Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cuaca Tak Menentu, Masa Tanam Padi di Situbondo Molor Sebulan

Cuaca Tak Menentu, Masa Tanam Padi di Situbondo Molor Sebulan

TerasJatim.com, Situbondo – Waktu tanam padi di wilayah Kabupaten Situbondo mundur hingga satu bulan bulan. Hal ini karena tidak menentunya cuaca yang terjadi saat ini.

Fatorrahman, salah satu petani di Desa Kp Mangaran Kecamatan Mangaran mengatakan, akibat cuaca yang berubah-ubah, baru bulan Juni nanti memasuki musim tanam. Padahal normalnya waktu tanam padi setiap bulan April.

“Mundurnya musim tanam tersebut diharapkan tidak akan berpengaruh pada produksi komoditas pangan itu,” katanya, Senin (19/02).

Menurutnya, karaketristik lahan pertanian sawah di Situbondo sekitar 60 persen merupakan lahan sawah padi yang ditanam pada tiga jenis lahan, yaitu dangkal, tengah dan dalam.

“Ketika musim kemarau biasanya lahan dalam bisa optimal dalam memproduksi padi. Sedangkan lahan dangkal dan tengah biasanya mengalami kekeringan,” imbuhnya.

Hasil panen tanaman padi di wilayah Kabupaten Situbondo sejak musim tanam tahun lalu mengalami penurunan akibat cuaca yang tidak menentu, bahkan terjadi hujan terus menerus.

Sementara, H.Baidawi, seorang petani lain mengakui adanya penurunan produktivitas tanaman padi tersebut. “Penurunan hasil panen ini rata-rata sekitar 1,5 persen dan itu merata hampir di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo,” tuturnya.

Menurut dia, penurunan tersebut disebabkan curah hujan yang cukup tinggi dan terjadi terus menerus sehingga tanaman kekurangan cahaya. Kondisi itu mengakibatkan pertumbuhan tanaman dan bulir padi tidak bisa optimal.

Diterangkannya, pada cuaca normal, setiap satu hektare lahan sawa yang ditanami padi bisa menghasilkan sesuai harapan, Meski terjadi penurunan produktivitas, pihaknya tetap optimistis.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo Farid Kuntadi mengatakan, padi yang ditanam pada sekitar 5.800 hektare lahan persawahan merupakan benih unggul.

“Masa tanam padi sampai panen mencapai sekitar 110 hari dengan produksi sekali tanam. Kami telah melakukan sistem penataan air yang optimal,” pungkasnya. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim