Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

PMII : Mobil Damkar 29 Milyar Hanya Pemborosan

PMII : Mobil Damkar 29 Milyar Hanya Pemborosan

TerasJatim.com, Bojonegoro – Pemerrintah Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, baru-baru ini membeli satu unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) yang bernilai Rp 29,3 milyar.

Menyikapi hal tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro menilai, angka 29 milyar lebih untuk sebuah mobil damkar hanya pemborosan.

Hal tersebut disampaikan Ketua PMII Cabang Bojonegoro, Ahmad Syahid, dalam pers rilisnya yang dikirim kepada TerasJatim.com beberapa waktu lalu.

“Kami menilai ini merupakan pemborosan anggaran belaka. Bencana di Bojonegoro yang paling rawan adalah banjir Bengawan Solo, longsor serta banjir bandang di wilayah selatan. Oleh karena itu seyogyanya pemerintah lebih fokus pada titik permasalahan banjir yang menjadi langganan warga Bojonegoro,” ujar Ahmad Syahid.

Selain kebutuhan yang mendasar, perlu dievaluasi juga dari segi efektivitas dan efisiensi mobil damkar tersebut. Sebab bangunan gedung yang berlantai tinggi di Kabupaten Bojonegoro sangatlah minim, baru gedung Pemkab dan beberapa hotel. Padahal yang lebih membutuhkan adalah masyarakat di daerah pinggiran. Beda lagi kalau di Bojonegoro sudah banyak gedung-gedung tinggi, sehingga itu merupakan kebutuhan pokok.

“Tapi Bojonegoro kan belum butuh bila dilihat dari segi fungsinya”, imbuhnya

Masih kata Syahid, sapaan akrabnya, seharusnya anggaran 29 milyar lebih bisa untuk pembelian beberapa mobil damkar untuk disebar ke setiap kecamatan atau untuk perbaikan infrastruktur jalan poros kecamatan yang selama ini banyak dikeluhkan warga.

Lanjut Sahid, seharusnya sebelum melakukan pembelian harus melalui kajian yang mendalam bagi tim Banggar DPRD Kabupaten Bojonegoro. Sebab dari segi perencanaan dan penganggaran mereka yang tahu.

“Jangan mumpung APBD nya tinggi langsung bersemangat untuk menghabiskan tanpa melihat berbagai sektor lain yang lebih urgent. Seharusnya DPRD bisa lebih efektif dan efisien mengatur dan mengelola anggaran,” Jelas alumni IKIP PGRI Bojonegoro ini.

Sementara itu, sebelumnya Ketua BPBD Andik Sudjarwo mengatakan, pembelian mobil damkar senilai 29.3 milyar ini sudah jelas peruntukannya.

Selain gedung pemkab, Bojonegoro juga mempunya bangunan tinggi seperti halnya hotel-hotel.

Sukirno, Kepala Kesiapsiagaan dan Penaggulangan bencana BPBD Bojonegoro, kepada TerasJatim.com menambahkan, pembelian mobil damkar tersebut dianggarkan pada tahun 2015, dimana pada tahun tersebut gagal lelang.

“Kemudian tahun 2016 memakai pengadaan dengan sistem E-katalog,” pungkasnya. (Zuh/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim