Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jembatan Penghubung Ambrol, Akses Warga di Ngreco Pacitan Lumpuh

Jembatan Penghubung Ambrol, Akses Warga di Ngreco Pacitan Lumpuh

TerasJatim.com, Pacitan – Jembatan penghubung yang ada di RT03 RW11 Dusun Gamping, Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan, ambrol, pada Kamis (16/05/19) siang. Akibatnya akses warga di 2 desa terganggu.

Menurut keterangan warga setempat, sebelumnya jembatan tersebut memang sudah terdapat sejumlah retakan pada fondasi bangunannya di sisi sebelah timur. Bahkan oleh warga sudah diberi rambu-rambu larangan berupa papan dari triplek yang bertuliskan kendaraan roda 4 sementara ditutup karena darurat.

“Kejadiannya sekitar pukul 10.30 WIB. Alhamdulillah tidak ada korban,” kata Beni Saputra, salah satu warga Dusun Gamping.

Di tempat berbeda, Riyadi (45), Kepala Dusun Gamping, Desa Ngreco, Tegalombo menceritakan, ambrolnya jembatan tersebut akibat abrasi dari aliran Sungai Grindulu. Mengingat, dalam 2 tahun terakhir telah terjadi banjir besar.

“Yang jelas akibat abrasi aliran sungai, terutama waktu banjir tahun lalu dan waktu airnya surut fondasinya terkikis. Setelah seminggu kemudian, itu terlihat ada tanda-tanda keretakan. Sebelum ambrol ini, sejak tiga hari lalu sudah saya tutup untuk kendaraan roda 4 karena mengkhawatirkan,” ujarnya, saat ditemui TerasJatim.com di rumahnya, Kamis (16/05/19) sore.

Riyadi mengatakan, jembatan tersebut dibangun sejak 2006 lalu. Akibat ambrolnya jembatan itu, sebanyak 11 RT di Dusun Gamping dan beberapa RT di Desa Kemuning terisolir. Bahkan, akses perekonomian pun tergangu. Karena, selain harus memutar, warga harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai di jalan raya Pacitan-Ponorogo.

“Ada dua opsi lewatnya, lewat jembatan gantung Desa Kemuning di sebelah utara yang putus beberapa waktu lalu akibat banjir jaraknya sekitar 2,5 kilometer dan kalau lewat sebelah selatan dekat Balai Desa Ngreco, jaraknya sekitar 4 kilometer,” terangnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ia berharap pemerintah setempat segera melakukan penanganan darurat. Terlebih, sebentar lagi menghadapi lebaran Idul Fitri. “Warga sangat berharap segera mendapat penanganan, kalau bisa lebaran sudah bisa diakses masyarakat,” harapnya. Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim