Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Berharap Hasil Suara Pilpres Tidak Berubah, Masa Peduli Pemilu Jujur di Pacitan Gelar Aksi Damai

Berharap Hasil Suara Pilpres Tidak Berubah, Masa Peduli Pemilu Jujur di Pacitan Gelar Aksi Damai

TerasJatim.com, Pacitan – Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Jujur dan Adil Pacitan, menggelar aksi damai papar perolehan suara Pilpres di wilayah Kabupaten Pacitan, Jumat (10/05/19) sore.

Tepat pukul 15.30 WIB, aksi tersebut dimulai dari Tribun Alun-alun, kemudian bergerak menuju kantor KPUD Pacitan dan berakhir di depan Kantor Bupati Pacitan di Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Sejumlah masa terlihat membawa beberapa sepanduk, diantarannya bertuliskan perolehan hasil suara Pilpres dan spanduk, ucapan terimakasih kepada masyarakat atas suara yang telah diberikan ke pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo-Sandi sebesar 66,51%.

“Kita berharap, bahwa aksi ini dengan menampilkan paparan perolehan suara Pilpres di Pacitan, agar nominal prosentase suara mulai tingkat kabupaten, provinsi dan nasional tidak berubah. Ini yang paling penting,” ujar Sonhaji, Koordinator Aksi, di sela-sela melakukan aksi di depan Kantor KPU Pacitan.

Meski demikian, pihaknya sangat mengapresiasi atas partisipasi masyarakat di Pacitan pada pemilihan umum (Pemilu) serentak yang berlangsung pada 17 April 2019 lalu.

“Partisipasi masyarakat cukup luar biasa. Bahkan aparat dalam hal ini penegak hukum baik dari TNI, Polri benar-benar menampakkan kenetralannya,” ucapnya.

Disamping itu, lanjutnya, terkait penyelenggara Pemilu di Pacitan mulai dari tingkat KPPS, PPK hingga KPUD, menurutnya tidak ada sedikitpun terdapat kecurangan. Baik mulai dari tahapan-tahapan, proses perhitungan suara maupun hingga rekapitulasi di tingkat kabupaten.

“Kalau toh ada kecurangan, itu hanya 0,00%, dan itu belum berarti memiliki signifikan yang tinggi terhadap proses politik yang curang. Selanjutnya tinggal bagaimana warga masyarakat mengawal suara ini sampai di tingkat provinsi maupun sampai nasional,” terangnya.

Disinggung semisal terjadi people power (kekuatan rakyat), pihaknya belum bisa memberikan keterangan rinci. Namun Sonhaji mengutip apa yang disampaikan oleh Cak Nun (Budayawan Emha Ainun Najib), bahwa sebuah people power ada, jika ada dua hal yang diingkari, yakni adanya kecurangan dan ketidakjujuran serta ketidakadilan.

“Tergantung, karena people power juga kondisional. Negara ini juga pernah terjadi people power tahun 1998, dan apapun kondisi pemimpin saat itu akhirnya juga turun,” imbuhnya. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim