Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jembatan di Saradan Ambrol, Jalur Kendaraan Surabaya-Ngawi Dialihkan

Jembatan di Saradan Ambrol, Jalur Kendaraan Surabaya-Ngawi Dialihkan

TerasJatim.com, Madiun – Pasca rusaknya Jembatan Patimura yang terletak di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Rabu (17/04/19) kemarin, Dinas Perhubungan setempat saat ini mengalihkan jalur kendaraan dari arah Surabaya-Ngawi dan sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Kurnia Aminulloh, mengatakan, Jembatan Patimura saat ini kondisinya ambrol dan tidak bisa dilalui. Ambrolnya jembatan tersebut diduga karena adanya penurunan permukaan konstruksi jembatan.

“Jembatan Patimura ini untuk jalur kendaraan barang rusak, lebarnya sekitar 2 meter x 3 meter. Untuk keamanan, sementara waktu akses jembatan ini ditutup,” jelas dia, Kamis (18/04/19).

Ia menambahkan, jembatan tersebut merupakan penghubung utama dari Kecamatan Caruban ke Kecamatan Pilangkenceng. Selain itu, jembatan tersebut juga merupakan jalur utama untuk kendaraan barang dari arah Surabaya-Ngawi.

Pengalihan arus yang dilakukan untuk kendaraan barang, dialihkan ke Jl. Diponegoro baik dari arah Surabaya maupun Ngawi. Sedangkan untuk kendaraan yang dari arah Caruban ke Pilangkenceng atau sebaliknya bisa menggunakan jalur alternatif Purworejo atau Muneng.

“Untuk kendaraan pribadi bisa masuk ke ruas kota. Jadi tidak lewat ini,” ujar Kurnia.

Kurnia menambahkan, pihaknya sudah menutup dua pertigaan yang menuju ke jembatan tersebut baik di pertigaan Bajulan maupun pertigaan Kayo, serta telah memasang rambu-rambu penunjuk jalan.

Mengenai waktu penutupan jembatan itu, Kurnia belum dapat memastikan sampai kapan penutupan ini dilakukan. Namun yang pasti saat ini jembatan tersebut belum layak untuk dilalui kendaraan besar.

“Nanti sampai jembatan tersebut diperbaiki. Kami nggak bisa memberikan jaminan. Kecuali nanti ada alternatif rekayasa bisa dibuka untuk kendaraan roda dua,” pungkasnya. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim