Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tanggul Jebol, Rumah Warga di 2 Kecamatan di Situbondo Kebanjiran

Tanggul Jebol, Rumah Warga di 2 Kecamatan di Situbondo Kebanjiran

TerasJatim.com, Situbondo – Hujan tinggi sejak Jumat ( 26/01) malam, membuat sejumlah rumah warga di dua kecamatan di Situbondo Jatim, kebanjiran.

Kedua desa tersebut masing-masing Kelurahan Ardirejo Kecamatan Situbondo, dan Kampung Bentongan, Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan  Situbondo.

Menurut beberapa warga setempat, banjir ini akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan debit air Sungai Sampean menjadi besar dan meluap.

Hal ini membuat tanggul penahan yang berada di Kelurahan Ardirejo, rusak dan akhirnya jebol  sekitar 20 cenimeter. Tak ayal, air pun meluap memasuki pemukiman penduduk.

Herman (45), warga Kelurahan Ardirejo, mengatakan, sedikitnya 7 rumah warga di kelurahan Ardirejo di RT04 RW01, tergenang air sekitar 40  – 50 centimeter.

“Dulunya tidak pernah terjadi genanagan air. Semenjak jebolnya tanggul, airnya meluap dan sekarang kerap membuat rumah warga tergenangi kalau hujan turun,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di Kampung Bentongan Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan. Di tempat ini air yang masuk ke pemukiman warga melalui gorong-gorong menyebabkan genangan air setinggi 40 – 50 centimeter.

Sutik, warga Kapung Bantongan mengungkapkan, setiap hujan deras rumahnya pasti terjadi genangan air. Kejadian tersebut me!buat ia dan warga lainnya resah, mengingat benacana banjir bandang pernah terjadi pada tahun 2002 dan 2008 silam akan terulang kembali.

“Panik mas, soalnya Situbondo sudah dua kali terjadi bencana banjir bandang akibat curah hujan tinggi,” tandasnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penaggulanagn Bencana Daerah ((BPBD) Situbondo, Taufik Hidayat kepada TerasJatim.com mengatakan, menurut pantauan Pusdalops BPBD Situbondo di lokasi kejadian, aliran Sungai Sampean ( Dam Pintu 5 Kotakan) mengalami puncaknya pada Jumat (26/01) malam sekitar pukul 22.00 WIB, dengan ketinggian permukaan air 320 centimeter dan berangsur menurun sekitar pukul 23.30 WIB.

Di lokasi, Tim Pusdalops BPBD Situbondo turun ke titik berkumpulnya masyarakat untuk memberikan penjelasan agar warga tetap tenang dan tak panik.

Selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak desa, kecamatan, instansi terkait, Polres, Kodim Situbondo serta relawan yang ada di Situbondo.

“Kita mengerahkan personil Pusdalops BPBD Situbondo dan relawan untuk assesment di titik-titik rawan bencana untuk mendapatkan informasi tentang kondisi lapangan dan kebutuhan warga yang mendesak.” kata Taufik.

Taufik menambahkan, pihaknya juga menyebarluaskan informasi terkait debit air Sungai Sampean kepada masyarakat secara langsung, juga melalui radio dan media sosial. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim