Di Nganjuk, Bapak dan Putrinya Tinggal di Kandang Kambing

Di Nganjuk, Bapak dan Putrinya Tinggal di Kandang Kambing

TerasJatim.com, Nganjuk – Pemandangan pilu terlihat dari kehidupan bapak dan putrinya, Ponijan atau Lek Jan, (70) dan Siti Zulaikah, (14), warga Desa Gemenggeng Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk jawa Timur.

Karena kemiskinan, selama ini mereka dipaksa keadaan untuk tinggal dan hidup di sebuah gubuk bambu yang menyatu dengan kandang kambing. Sementara istrnya, Tuminem sudah meninggal dunia.

Mereka berdua menjadikan bagian bawah kandangnya sebagai ‘rumah’ beberapa ekor kambing peliharaannya. Sementara di bagian atasnya dipakai sebagai tempat tinggal mereka berdua.

Untuk tidur atau belajar, Siti Zulaikah yang masih tercatat sebagai siswi di sebuah Madrasah Tsanawiyah ini, harus berdesakan dengan berbagai perabotan dan alat-alat memasak.

Gubuk tempat tinggal Ponijan yang terbuat dari bahan bambu pun tak layak huni, sebagian atapnya bocor-bocor.

Menurut Ponijan, sebenarnya dirinya tidak tega membawa putri tunggalnya untuk  tinggal bersama di gubug seperti itu. Namun karena faktor ekonomi dan keadaan lah yang menyebabkan dirinya tidak punya pilihan lain.

Sebab untuk membangun sebuah rumah sederhanapun dibutuhkan biaya besar dan dirinya merasa tidak mampu. Ponijan mengaku, penghasilan sebagai buruh tani dan serabutan tak menjanjikan akan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sementara beberapa ekor kambing peliharaannya dibuat sebagai jaga-jaga bila ada kebutuhan yang mendesak untuk dijual.

“Jangankan untuk bangun rumah, wong makan sehari-hari saja saya kadang kerepotan karena penghasilan tidak pasti,” ujarnya.

Ponijan berharap, ada perhatian dan kepedulian dari pemerintah dan pihak terkait lainnya tentang kehidupan keluarganya. Paling tidak, dia mengharapkan putrinya Siti Zulaikah, mendapat kehidupan yang layak untuk masa depannya. (Kta/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim