Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tikus Merajalela, Petani di Woro Bojonegoro Lakukan Gropyokan Serentak

Tikus Merajalela, Petani di Woro Bojonegoro Lakukan Gropyokan Serentak

TerasJatim.com, Bojonegoro – Serangan hama tikus pada tanamanan padi yang nyaris merata di Kabupaten Bojonegoro Jatim, membuat para petani kelabakan. Sebab, sejak pembenihan hingga usia tanam padi menginjak 2 minggu sampai 1 bulan terus digerogoti hama yang dikenal cerdas itu.

Para petani sudah hampir kehabisan akal menghadapi serangan merajalela dari binatang pengerat itu. Sebab segala cara telah diupayakan untuk menghalau, tapi tetap saja tak mampu menjinakkannya.

“Makanya saat ini kami mengadakan gropyokan (menghalau) tikus secara serentak dengan mengerahkan semua anggota kelompok tani yang ada,” ujar Awaludin (38) Ketua Gapoktan Desa Woro Kepohbaru, Jumat (22/12) pagi.

Tak sia-sia, upaya gabungan kelompok tani untuk memberantas hama tikus itu mendapat respon positif dari anggota tiga kelompok tani yang ada. Selain itu, turut hadir pula saat gropyokan tikus itu Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) untuk memandu teknis pemberantasan tikus.

“Alhamdulillah kami mendapat bantuan obat atau racun tikus gratis dari Dinas Pertanian dalqm gropyokan ini. Selain itu juga diajari mengenal kelemahan tikus,” ujar pria yang juga pebisnis tembakau itu.

Sementara itu, PPL UPT Dinas Pertanian Kepohbaru Arifin, menyebut bahwa teknik gropyokan secara serentak itu diakui lebih efektif untuk menghalau tikus ketimbang para petani memberantasnya sendiri-sendiri lantaran tikus termasuk hewan komunal atau berkelompok.

“Ya dengan cara serentak seperti ini lebih efektif dan efisien untuk memberantas tikus. Selain menggunakan obat para petani juga harus kompak mengadakan kegiatan gropyok serentak secara berkala hingga tanaman padi aman dari serangan tikus,” terangnya.

Sekadar diketahui, para petani di Bojonegoro hingga saat ini terus berjuang menyelamatkan tanaman padi mereka yang berusia 2 minggu hingga 1 bulan dengan berbagai cara. Dari menggunakan obat, dipagar plastik, dipasang jebakan setrum, hingga gropyokan serentak untuk memberantas tikus yang merajalela. (Saiq/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim