Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pemkab Blitar Beri Santunan Seribu Anak Yatim Piatu, Dhuafa, dan Anak Terlantar

Pemkab Blitar Beri Santunan Seribu Anak Yatim Piatu, Dhuafa, dan Anak Terlantar

TerasJatim.com, Blitar – Sebanyak seribu anak berkumpul di Pendopo Sasana Adi Praja (SAP) Kanigoro Kabupaten Blitar, Jumat (10/05/19) sore. Mereka yang terdiri dari anak yatim/piatu, dhuafa dan anak terlantar ini berkumpul untuk menerima santunan dari Pemerintah Kabupaten Blitar.

Kegiatan dengan tema “Ramadhan Ceria” ini dikemas dengan acara buka bersama. Bupati Blitar beserta seluruh kepala OPD turut hadir dalam acara yang mulia ini.

Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, buka puasa dan pemberian santunan kepada anak yatim/piatu, dhuafa, dan terlantar ini merupakan agenda setiap tahun. Mereka merupakan naungan pengelolaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

“Ini kegiatan yang sangat baik dan kita lakukan setiap tahun. Kali ini kita memberikan santunan, parcel dan juga mengajak mereka buka bersama,” kata Bupati.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini berharap, dengan kegiatan semacam ini anak-anak yatim/piatu, dhuafa, dan anak terlantar ini semakin termotivasi dalam menghadapi masa depannya dan juga belajar dengan baik dengan terus berdoa. Ia mengajak masyatakat untuk berdoa agar anak-anak ini menjadi anak sholih sholihah berguna bagi agama dan bangsa.

“Untuk tahun berikutnya, kita berharap bisa menambah jumlah bantuan, baik dari APBD, donatur, dan Baznas, sehingga jumlah penerima santunan tidak hanya seribu, tapi bisa lebih. Jadi kalau semua peduli, saya yakin anak-anak kita ini tidak ada masalah pendidikannya,” tandasnya.

Bupati juga berpesan kepada anak-anak agat terus semangat, karena mereka merupakan generasi millenial, generasi penerus dan pengisi kemerdekaan.

Sementara itu, kepada pimpinan dan pengelola dan pengasuh LKSA, ia minta agar anak-anak ini dijaga, dididik, dibimbing dengan sebaik-baiknya dengan kasih sayang. Karena mereka adalah aset dan harapan bangsa.

“Jadi di era globalisasi ini jangan sampai mereka terkena dampak negatif yang bisa berakibat kurang baik terhadap perkembangan dan pertumbuhan, baik fisik maupun mental mereka,” imbuhnya. (Adv/Mfh)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim