Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Warga Kertosari Situbondo Protes Penunjukan 7 Petugas Sublok

Warga Kertosari Situbondo Protes Penunjukan 7 Petugas Sublok

TerasJatim.com, Situbondo – Badan Permusyawaratan Desa (BPD), beserta perwakilan kelompok tani (poktan) Desa Kertosari Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo, mendatangi kantor Kecamatan Asembagus, Kamis (05/04).

Kedatangan mereka untuk melakukan protes terkait  kebijakan Sekretaris Desa-nya (Sekdes) Salehuddin, yang menunjuk 7 orang Sublok (petugas pembagi air di persawahan), yang dinilai sepihak.

Ketujuh orang yang ditunjuk tersebut, yakni , Rasid,  Hosen. bidawi, Hartono, Abu hasan, Harik , H. Mawardi. Penunjukan ini, oleh warga dinilai sepihak.

Mereka juga menilai, kebijakan penunjukan  7 sublok oleh Salihuddin selaku Sekdes ini tak berdasar. Bahkan para petani menuding kebijakan ini sarat unsur politis.

BPD serta perwakilan kelompok petani dalam audensinya meminta kepada pihak kecamatan untuk menindaklanjuti permasalahan ini. Sebab bila tidak ada tnggapan serius dari pihak kecamatan, mereka akan mendatangi DPRD Situbondo.

“Dalam kami mensinyalir proses pemilihan 7 orang Sublok yang ditunjuk langsung oleh Sekdes Salehuddin ini tidak fair. Sehingga menimbulkan protes dan konflik dari warga petani maupun BPD,” ujar Agus, salah satu anggota BPD, Kamis (05/04).

Agus meminta, agar Camat Asembagus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini, karena kebijakan sekdes dianggap tak prosedural.

“Sebagai BPD dan warga petani Kertosari, kami tidak puas dengan penunjukan 7 Sublok karena tak melalui proses pemilihan dari petani. Padahal warga petani masih punya hak untuk memilih,” imbuh Agus.

Ia menambahkan, dirinya sejak awal menengarai dalam penunjukan Sub Blok ada faktor kepentingan pribadi sekdes. “Kami tetap mendesak kepada pak camat  untuk dapatnya digelar pertemuan kembali untuk membahas masalah ini. Biar semuanya jelas,” paparnya.

Sementara, Sri Wahyu, selaku Kasi Ekonomi dan Pembngunan Kecamatan Asembgus, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti permaslahan ini.

“Sementara saya tampung dulu aspirasi dari petani, dan  akan saya sampaikn ke pak camat karena beliau masih ada rapat di luar,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, setelah mencermati adanya aspirasi petani, memang ada ketidak puasan atas kebijakan yag dilakukan sekdes tersebut.

Menurutnya kebijakan sekdes dengan menunjuk langsung 7 sublok tanpa melalui proses pemilihan itu, sudah berbenturan dengan mekanisme yang ada.

Hingga berita ini ditulis, Sekdes Kertosari Salehuddin, belum berrhasil dikonfirmasi. Saat didatangi ke rumahnya, ia juga tidak ada di tempat. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim