Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Selama Ramadan Hingga Lebaran, Konsumsi BBM Jatim Naik Hingga 14 Persen

Selama Ramadan Hingga Lebaran, Konsumsi BBM Jatim Naik Hingga 14 Persen

TerasJatim.com, Surabaya – Saat Ramadan dan Lebaran tahun ini, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara diprediksi akan mengalami kenaikan 5 persen hingga puncaknya nanti mencapai 14 persen.

Hal itu disampaikan General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Ibnu Chouldum, Kamis (17/05). Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM tersebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah upaya, yang salah satunya dengan memasok bahan bakar lebih banyak dari hari biasanya.

“Konsumsi normal harian BBM (premium + pertamax series, solar, dex series) di Jatim sekitar 18.286 kl, dan diperkirakan akan meningkat hingga pada puncaknya terjadi pada 9-10 Juni 2018,” ujarnya.

Adapun rencananya, lanjut dia, Pertamina membetuk tim satgas khusus yang bertugas memantau dan mengkondisikan kelancaran penyaluran BBM dan LPG yang akan mulai beroperasi pada H-14 hingga H+7 Idul Fitri.

Pertamina juga menyiapka SPBU kantong atau mobile storage di 11 titik SPBU di Jatim, menyiapkan kios Pertamax yang akan ditempatkan di 8 titik rest area, serta menyiapkan motorist bahan bakar khusus di ruas tol dan non tol.

Sedangkan LPG, diprediksi rata-rata konsumsi bulanan LPG PSO (bersubsidi 3 kg) di Jatim yaitu sebesar 94.679 Metric Ton (MT) /bulan.

Pada saat Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, diperkirakan ada peningkatan konsumsi 7 persen dari konsumsi normal bulanan atau meningkat menjadi 101.307 MT. Khusus LPG non subsidi (Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 12 kg, dan LPG 12 kg) juga diprediksi meningkat 9 persen menjadi 5.006 MT/bulan dibandingkan dengan konsumsi normal 4.593 MT/bulan.

Ibnu menambahkan, khusus untuk konsumsi bahan bakar pesawat atau Avtur diperkirakan meningkat 9 persen dari konsumsi rata-rata yang hanya 1.196 kl/hari menjadi 1.315 kl/hari.

“Kenaikan konsumsi tertinggi kami prediksi terjadi pada H-5 dan H+3 saat puncak arus mudik dan arus balik,” pungkasnya. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim