Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Langen Tayub di Acara Nyadran, Magnet Para Pecinta Budaya

Langen Tayub di Acara Nyadran, Magnet Para Pecinta Budaya

TerasJatim.com, Bojonegoro – Kesenian langen tayub masih menjadi magnet tersendiri bagi kalangan warga di Kabupaten Bojonegoro Jatim. Pun acara beksan atau tarian mengiringi gending sang waranggana (sinden) tetap mendapat tempat di hati pecintanya.

Paling tidak, tradisi itu lekat terlihat di Desa Turigede, Kecamatan Kepohbaru, dalam acara sedekah bumi alias nyadranan, yang digelar setiap setahun sekali. Beksan tayub yang digelar di Sasana Kridha Budaya selalu penuh sesak oleh pengunjung.

“Ya, sedekah bumi di sini rutin diselenggarakan satu tahun sekali pada hari Minggu kliwon di sasana ini,” ujar Bambang Hariyanto, Kades setempat di lokasi, Minggu (07/10) sore.

Selain untuk nguri-uri budaya, ia menyebut kegiatan sedekah bumi itu merupakan wujud rasa syukur atas karunia keselamatan dan rejeki yang diterima oleh seluruh warga desanya.

“Sasana krida budaya ini merupakan situs sumur peninggalan nenek moyang desa sebagai mata air rujukan kebutuhan masyarakat. Warga biasa menyebutnya dengan Sumur Turi, yang mengalirkan air sebagaai filosofi sumber ilmu dan kehidupan,” lanjutnya.

Kades yang tampak energik itu mengaku, bahwa pagelaran tayub juga simbol pemersatu warga agar ‘tertata guyub’ dalam harmoni seperti bunyi gamelan yang ramah di telinga tidak berisik dan gayeng menentramkan.

“Harapannya warga terus guyub rukun saling bekerjasama sebagaimana para pelaku seni tayub sehinga menghasilkan irama yang indah dalam bermasyarakat apalagi jelang pemilu tahun 2019 ini,” ungkapnya.

Sebelum acara tayuban digelar, pada Sabtu (06/10) malam di lokasi sumur turi juga dihelat pengajian akbar dengan mengundang dai kondang KH Abdul Ghofur yang merupakan pengasuh Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan.

“Hidup ini harus imbang urusan dunia dan akherat agar tidak timpang. Urusan agama tetap nomor satu baru kemudian budaya dan dunia menyusulnya,” pungkasnya. (Yog/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim