Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jurnalis yang Protes dalam Media Gathering di Aston Bojonegoro Lakukan Klarifikasi

Jurnalis yang Protes dalam Media Gathering di Aston Bojonegoro Lakukan Klarifikasi
Media Gathering di Aston Bojonegoro, Senin (21/05)

TerasJatim.com, Bojonegoro – Salah satu jurnalis TV yang sempat protes dalam acara Media Gathering di Aston Hotel Bojonegoro Jatim, pada Senin (21/05) kemarin, melakukan klarifikasi terkait terkait kabar tersebut.

Dalam pertemuan dengan TerasJatim.com di area Taman Bengawan Solo (TBS) Kota Bojonegoro itu, ia mengaku tidak mempermasalahkan berita yang dimuat TerasJatim.com. Tetapi ia menganggap perlu ada pelurusan informasi terkait apa yang sebenarnya terjadi.

Jurnalis TV yang enggan disebut namanya itu membeberkan pemicu awal kenapa ia dan beberapa rekannya protes ke pihak Aston. Hal itu akibat kekecewaan berat karena pihak Aston dianggap tidak menghargai kehadiran dia bersama rekan-rekannya.

“Benar kami memang protes ke Aston karena mereka tidak menghargai kami yang telah datang demi menghormati undangan mereka. Kami protes bukan karena disatukan dengan netizen, itu tidak benar,” ujarnya menjelaskan, Kamis (24/05).

Lebih lanjut, ia menceritakan betapa ketika itu pihak Aston sangat mengabaikan dengan tidak menyambut uluran tangan dia bersama rekan-rekannya untuk berjabat tangan waktu memasuki lokasi media gathering.

“Karena gak dianggap, saya sempat bilang; aku teko rene iki diundang kok gak digadhek, aku mbok anggep t**k (maaf, kotoran manusia. Red) po piye?!” ungkapnya menceritakan awal terjadinya protes ke pihak Aston.

Soal kumpul satu tempat dengan netizen, menurutnya, itu sama sekali bukan persoalan karena ia dan rekan-rekannya sudah terbiasa kumpul dengan siapa saja di mana saja.

“Jangankan dikumpulkan dengan natizen, kumpul dengan tukang becak, tukang sampah atau siapa saja kami tidak mempersoalkannya,” terangnya lebih lanjut.

Terkait wartawan bodrex, ia mengatakan memang benar sempat membahasnya saat protes duduk satu meja dengan sales general Aston. Tetapi ketika itu ia menginformasikan ke Aston bahwa saat ini ia dan beberapa rekannya tengah berjuang mengembalikan citra positif wartawan yang cemar akibat perilaku para bodrex.

“Benar, saat itu ada perkataan mengenai wartawan bodrex tapi kami tidak mengatakan yang hadir dalam acara itu wartawan bodrex. Kami memberitahukan ke Aston bahwa di luaran sana banyak wartawan bodrex yang merusak citra profesi wartawan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa pihak Aston menerima dan meminta maaf karena telah mengabaikan kehadirannya memenuhi undangan gathering. Ia menyebut, hal itu dibuktikan pihak Aston mengundangnya lagi bersama rekan lain dalam acara serupa guna menjalin komunikasi.

Pertemuan guna meluruskan berita  yang juga disaksikan Ketua PWI Bojonegoro Sasmito Anggoro itu berlangsung sejuk dan tidak ada yang merasa paling benar, hingga akhirnya mengambil jalan menggunakan hak jawab sebagai klarifikasi pemberitaan.

“Ini luar biasa, tidak ada adu otot leher dalam menyelesaikan dan mencari solusi. Saya sangat mengapresiasi cara-cara pelurusan berita dengan  menggunakan hak jawab atas produk jurnalistik yang dianggap kurang tepat sebagai langkah yang profesional dan bermartabat,” ungkapnya. (Saiq/Red/TJ)

Baca juga: http://www.terasjatim.com/aksi-protes-warnai-acara-media-gathering-di-hotel-aston-bojonegoro/

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim