Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Gauli Anak Sendiri, Seorang Bapak di Surabaya Dibui

Gauli Anak Sendiri, Seorang Bapak di Surabaya Dibui
Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Rama Samtama Putra

TerasJatim.com, Surabaya – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Akibat ulah bejatnya, Yonathan Harianto (39), ayah dua anak yang tinggal di Rungkut Tengah Surabaya itu, kini harus dijebloskan ke tahanan Mapolda Jatim.

Ironisnya, yang menjadi korban pencabulan adalah putri kandungnya sendiri berinisial KYM (11), siswi kelas V sebuah SD swasta di kawasan Rungkut.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, awalnya korban tak berani menceritakan ulah bejat bapaknya kepada ibunya. Tak pelak, korban yang mengalami disabilitas itu berulangkali menjadi korban nafsu bejat ayahnya sendiri.

Perbuatan tersangka terungkap setelah ibu korban, yang juga istri pelaku ini melaporkan ke Polda Jatim. Yang dilaporkan bukan pelaku, melainkan 8 orang yang terdiri dari teman sekolah dan beberapa guru korban.

Pasca menerima laporan ibu korban, penyidik tak langsung percaya jika korban yang masih di bawah umur itu sampai dipedayai 8 orang. Apalagi korban mengalami disabilitas, sehingga penyidik mulai menganalisa laporan dari ibu korban.

“Anggota langsung turun ke sekolah. Justru nama yang disebut itu tidak tahu apa-apa,” ungkap Rama.

Selanjutnya, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap korban terkait nama 8 orang yang dilaporkan ibu korban tersebut. Di hadapan ibunya, korban akhirnya mengaku jika dirinya asal mencatut nama 8 orang yang disebut sebagai pelakunya itu.

Penyidik akhirnya memboyong korban ke gedung Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) RS Bhayangkara selama sepekan. Tim psikolog yang menangani korban banyak mendapat pengakuan dari korban jika psikisnya tertekan akibat ulah ayahnya.

Selain itu, korban juga mengaku dirinya tidak mengenal secara langsung nama 8 orang yang sudah dilaporkan telah mencabulinya. Terlebih, penyidik mencurigai sikap ayah korban yang dianggap panik. Ia kerap menghubungi Kanit Renakta, Kompol Yasintha Mau, untuk menanyakan perkembangan penyidikan.

Dari keanehan yang ada, korban, ibu dan ayahnya kemudian datang ke Polda Jatim. Korban diajak masuk ke ruangan penyidik untuk diajak ngobrol dan bermain oleh Kompol Yasintha. Sementara ibu dan ayahnya menunggu di depan ruangan.

“Waktu korban saya ajak ngobrol tidak mau buka siapa yang melakukan pencabulan. Akhirnya saya kasih kertas kosong agar menulis sendiri nama siapa yang melakukan itu dan saya tinggal keluar. Begitu saya masuk kertas itu sudah terisi nama ayahnya,” tandasnya.

Begitu nama ayahnya disebut, ibu korban langsung menangis. Ayah korban yang ternyata pelakunya itu justru duduk di luar gedung ruang Renakta seolah tidak terjadi apa-apa. “Sebagai ayah jika melihat istrinya keluar gedung Renakta dalam kondisi menangis tentu kaget dan bertanya ada apa. Tapi Yonathan (tersangka) diam,” imbuh Rama.

Setelah mengetahui pelakunya adalah ayah korban sendiri, ibu korban akhirnya mencabut laporan terhadap 8 orang yang sudah dilaporkan atas perbuatan cabul terhadap anaknya. Justru ibu korban melaporkan suaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim atas perbuatan cabul terhadap anaknya sendiri, pada Kamis, 15 Februari 2018 kemarin.

Setelah dilaporkan tersangka tidak pulang ke rumah. Tersangka justru ditangkap penyidik Renakta Ditreskrimum Polda Jatim di rumah temannya di kawasan Waru, Sidoarjo. “Ibaratnya tersangka menutupi perbuatannyan dengan mengorbankan orang lain. Ini sama halnya maling teriak maling,” tandas Rama, Jumat (16/03).

Setelah ditangkap, tersangka tak mengakui perbuatannya. Namun penyidik memiliki bukti kuat untuk menjeratnya sebagai tersangka. “Itu hak tersangka tidak mengaku. Tapi kami punya bukti kuat,” tegas Rama.

Berdasarkan pengakuan korban, aksi ayahnya melakukan pencabulan dilakukan saat korban tidur bersama ibunya. Korban dibangunkan disuruh melepas bajunya. Sementara celana dalam korban dilepas tersangka dan celana ayahnya dilepas korban.

Kejadian lainnya, saat korban dan ibunya sudah terlelap tidur, tiba-tiba ibunya dibangunkan oleh ayahnya untuk disuruh pindah tidur. Kemudian sang ayah tidur dekat korban dan diperlakukan seperti layaknya istri. (Ah/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim