Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Dinas Purbakala Nyatakan Temuan Batu Kademangan Bagian Situs Budaya

Dinas Purbakala Nyatakan Temuan Batu Kademangan Bagian Situs Budaya
Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan, sedang meneliti temuan batu bata yang dianggap sebagai situs budaya

TerasJatim.com, Blitar – Seperti yang pernah dimuat di TerasJatim.com pada 17 Nopember 2015, penemuan batu bata yang diduga sebagai peninggalan situs Kerajaan Mojopahit, kini ditindak lanjuti oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan.

Nunuk Istiana, Arkeolog dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan  yang ditugaskan di Blitar menyatakan, bahwa batu bata yang ditemukan di Desa Paraan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, memang benar merupakan bagian dari situs budaya.

Saat meninjau langsung lokasi temuan batu bata itu, Nunuk menyatakan, jika dilihat dari ukurannya,  bata itu merupakan penguat struktur bangunan yang biasa dipakai jaman Kerajaan Kadiri. Pemakaian batu bata untuk bangunan berdasarkan sejarah, baru dimulai pada jaman kerajaan Kadiri. Dan terus mengalami perubahan bentuk dan ukuran ketika memasuki jaman kerajaan Majapahit.

“Dari Jaman Kadiri ke Majapahit mengalami perubahan karena batu bata yang digunakan lebih tipis,” jelas Nunuk.

Berdasarkan pengamatan sementara di lapangan, batu bata dengan ukuran panjang 37 cm, lebar 25 cm dan tinggi 10 cm ini merupakan situs budaya peninggalan Kerajaan Kadiri. Namun untuk memastikannya, memang dibutuhkan pengamatan dan penelitian lebih lanjut di Laboratorium Kepurbakalaan di Trowulan Mojokerto.

Sementara itu, pasca dikunjungi oleh pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten Blitar, sampai saat ini lokasi penemuan situs purbakala itu belum di police line oleh pihak berwajib. Sedangkan Sulain, pemilik lahan, juga belum mendapatkan informasi bagaimana kelanjutan status lahan miliknya itu.

Kabid Kebudayaan Disporbudpar Kabupaten Blitar, Hartono menyatakan pihaknya masih menunggu hasil tes BPCB untuk menindak-lanjuti hasil temuan ini. “Sengaja tidak kami amankan lokasinya karena pemilik lahan dan warga sekitar mau membantu menjaganya,” tandas Hartono. (Aji/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim