Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Buka Giling, PG Djengkol Gelar Wayangan Semalam Suntuk

Buka Giling, PG Djengkol Gelar Wayangan Semalam Suntuk

TerasJatim.com, Kediri – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka buka giling PG Djengkol menjadi hiburan tersendiri bagi warga Desa Jengkol Kecamatan Plosoklaten Kediri Jatim, Sabtu (14/04) malam.

Menurut Hendra S, selaku pimpinan PG Djengkol Kediri, acara semacam ini merupakan bagian rutin dan selalu dilakukan di setiap musim giling.

“Dari tahun ke tahun kami senantiasa memelihara budaya ini. Tiap tahun kami mengadakan wayang kulit semalam suntuk yang bisa disaksikan warga Jengkol atau Plosoklaten. Bagaimanapun juga ,wayang kulit sudah menjadi ciri khas kalau itu bagian budaya Indonesia,” katanya, Minggu (15/04) dinihari.

Hendra menuturkan, kehadiran PG Djengkol ini sudah berdiri sejak era kolonial Belanda, dan banyak menyimpan cerita yang mengiringi keberadaan PG Djengkol ini, termasuk pasokan tebu yang saat ini kian menurun.

“Dulu, pasokan tebu dari warga Plosoklaten sudah mencukupi kebutuhan PG Djengkol, tapi itu dulu. Sekarang, pasokan tebu bukan saja dari Kediri, bahkan kita juga dapat dari luar Kediri. Bisa dimaklumi, dulu banyak lahan tebu, tetapi sekarang sudah berubah menjadi bangunan rumah,” sambungnya.

Dirinya mengakui sangat kagum, bagaimana bisa di masa kolonial Belanda, moda transportasi bisa dibangun di tengah lahan yang tidak datar alias pegunungan. Apalagi dulunya lokasi keberadaan PG Djengkol adalah hutan yang kemudian disulap menjadi kawasan industri gula.

Dengan menampilkan lakon “Tumurune Wahyu Purbo Alas”, ki dalang Rudi Gareng dari Blitar menghipnotis ratusan pasang mata penonton yang memadati areal PG Djengkol. Bahkan hingga pergantian hari, warga masih setia menyaksikan hiburan rakyat ini. (Kta/Red/TJ/Adv)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim