Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Politisasi Selebritis

Politisasi Selebritis

TerasJatim.com – Indonesia telah memasuki masa-masa persiapan pesta demokrasi. Masyarakat mulai sibuk memantau perkembangan dunia politik. Bukan hanya soal nama capres dan cawapres yang menjadi sorotan, namun bakal calon anggota legislatif (caleg) pun jadi lirikan.

Dulu, dunia politik hanya untuk kaum politisi saja. Berbeda dengan sekarang, berbagai profesi pun ikut terjun ke dalam dunia politik. Salah satunya adalah artis.Di masa lalu, artis hanya dikenal sebagai penghibur masyarakat di layar kaca. Lantaran popularitasnya, kini tak sedikit artis yang terjun ke dunia politik.

Masyarakat seringkali kebingungan ketika pemilihan legislatif datang. Mereka tidak tahu harus memilih siapa karena memang tak mengenal nama-nama calegnya. Bisa jadi, lantaran alasan inilah yang membuat artis tergiur dengan ikut terjun ke dunia politik.

Saat ini saja, setidaknya puluhan artis sudah mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif. Namun apakah semua artis pantas untuk dipilih sebagai wakil rakyat?

Kebanyakan rakyat Indonesia hanya memilih artis karena popularitasnya. Tak peduli apakah artis tersebut memiliki latar belakang politik atau tidak. Mereka tetap jadi pilihan. Masyarakat sering kali berfikir, daripada tidak memilih, pilih saja yang dikenal.

Pengamat politik

Siapapun bisa mendaftarkan diri menjadi calon legislatif asalkan mendapatkan persetujuan dari partai politik. Salah satu fungsi partai politik sendiri adalah untuk mengusung anggota partai di ajang pemilihan anggota legislatif. Tidak terkecuali, artis. Bisa dikatakan, sejumlah partai politik memiliki kader yang notabene adalah artis.

Partai politik memiliki tanggung jawab untuk memberikan calon yang memilik ijiwa kepemimpinan. Sejatinya anggota legislatif merupakan wakil rakyat yang diharapkan bisa mendengarkan aspirasi masyarakat. Tak masalah jika masyarakat memilih artis, karena memang pantas dipilih dan memiliki latar belakang di bidang politik.

Namun, bagaimana dengan artis-artis yang hanya menggunakan popularitasnya untuk duduk di kursi legislatif?

Terpilih menjadi anggota legislatif, maka akan mewakili suatu daerah pemilihan (dapil). Oleh sebab itu setiap anggota legislatif harus memiliki integritas dan rekam jejak untuk menyakinkan masyarakat. Para calon anggota legislatif juga harus mengenali daerah yang akan diwakilinya nanti.

Masyarakat

Tak jarang kebingungan di tengah masyarakat terjadi ketika saat pemilu datang. Mau memilih siapa? Itulah pertanyaan yang selalu muncul. Tak heran, jika sebagian masyarakat akan memilih seseorang yang mereka kenal dalam foto calon legislatif, terlebih lagi jika caleg itu adalah artis yang sering dilihatnya di layar televisi.

Untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan, mungkin akan mendapat cukup informasi tentang sang calon legislatif itu. Namun hal ini beda dengan masyarakat pedesaan yang jauh dari perkotaaan, yang tidak terjangkau dalam masa kampanye. Ditambah lagi dengan banyaknya calon yang ada, yang justru akan membuat masyarakat bingung.

Berbeda dengan artis, mereka sudah dikenal meskipun kampanye yang dilakukan tidak menyentuh semua lapisan masyarakat. Namun sayangnya, masyarakat mengenal artis tersebut sebagai selebriti dan bukan sebagai politisi.

Partai Politik

Setiap partai politik memiliki aturan tersendiri untuk menentukan bakal calon anggota legislatif-nya. Mereka memilikis standarisasi untuk mendukung anggotanya. Memang, tak ada salahnya jika partai politik memberikan kesempatan untuk para artis. Terlebih nama artis tersebut sudah memenuhi syarat dan layak untuk dicalonkan menjadi anggota legislatif.

Partai politik juga berpikir bahwa background seorang artis adalah salah satu keuntungan untuk menjadi bakal calon legislatif. Kesempatan ini pun tidak mau disia-siakan oleh partai politik. Kehadiran artis dapat dimanfaatkan untuk membuat partainya lebih dikenal oleh masyarakat.

Sebagian besar artis yang diusung menjadi bakal calon anggota legislatif, juga berusia produktif. Dimana generasi muda sangat dibutuhkan di saat ini. Dengan alasan ini partai politik berharap para artis dapat menduduki kursi di parlemen sebagaip perwakilan dari mereka.

Kursi legislatif diperuntukkan untuk menampung aspirasi rakyat, dan bukan untuk mempopularitaskan diri ataupun menjual popularitas.

Siapapun berhak menjadi anggota legislatif, tak terkecuali artis. Namun, masyarakat pun harus jeli, tidak setiap artis memiliki rekam jejak yang baik.. Alasan lebih dekat dengan masyarakat, belum tentu akan bisa menampung aspirasi rakyat.

Partai politik memang mempunyai kewenangan untuk menentukan siapa yang dicalonkan sebagai caleg. Namun, partai politik juga harus memilih yang terbaik untuk rakyat bukan hanya untuk sekedar menaikkan pamornya.

Diharapkan, masyarakat lebih cerdas dalam memilih calon wakilnya nanti demi mendapatkan wakil yang terbaik yang bisa menyejahterahkannya, dan bukan memilih karena popularitas.

Masyarakat perlu tahu latar belakang hingga tujuan para caleg mengikuti pemilihan legislatif tersebut. Tak hanya asal pilih, namun juga wajib tahu siapa yang terbaik dan layak untuk dipilih.

Nadhifatul Maulidati untuk TerasJatim.com

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim