Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Nur Tajib Yang Mengaku ‘Nabi Isa’ dari Bangkalan, Akhirnya Bertobat

Nur Tajib Yang Mengaku ‘Nabi Isa’ dari Bangkalan, Akhirnya Bertobat
Nur Tajib saat diperiksa polisi di Polres Bangkalan

TerasJatim.com, Bangkalan – Nur Tajib, pria 40 tahun, asal Desa Pateraman, Kecamatan Modung, yang beberapa hari ini ramai dipergunjingkan karena mengaku sebagai Nabi Isa, akhirnya mengaku khilaf dan bertobat.

Setelah menjalani konseling di Mapolres Bangkalan, ia berjanji akan bertobat.

Konseling terhadap Nur Tajib sendiri dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangkalan. Nur Tajib diberi pemamahan agar tidak menyebarkan ajaran yang dianggap menyimpang dari hukum Islam.

“Usai diberi pembinaani, Tajib berjanji akan bertobat. Dia mengakui kesalahannya dan khilaf atas apa yang telah diperbuat,” terang KH Jazuli Nur Lc, Ketua Komisi Fatwa MUI Bangkalan.

Menurut Kyai Jazuli, selain Tajib, pihaknya ingin para pengikutnya juga ikut bertobat. Sehingga mereka kembali pada jalan yang benar yakni mengamalkan ajaran Islam sesuai syariat yang telah ditentukan.

“Kalau mengenai persoalan hukumnya, kita serahkan pada polisi,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Windiyanto Pratomo, menyatakan setelah dilakukan pemeriksaan, Nur Tajib mengakui khilaf dan telah berbuat salah. “Untuk soal hukumnya kita lihat perkembangan. Namun, Nur Tajib sudah mengakui kesalahannya dan mau bertobat,” pungkasnya.

Sebelumnya santer diberitakan, Nur Tajib mengaku sebagai Nabi Isa setelah bermimpi pada November 2014. Suara dalam mimpi yang diyakini perintah Tuhan itu meminta dia mengumumkan diri sebagai jelmaan Nabi Isa.

Untuk merekrut anggota, Nur Tajib membuka pengobatan alternatif di rumahnya. Pasien yang datang berobat tidak dikenai biaya. Sebagai gantinya, Nur Tajib meminta pasien datang ke acara pengajiannya.

Polisi dari Polres Bangkalan menangkap Nur Tajib pada Sabtu, 23 April 2016, di rumahnya, setelah empat bulan menghilang.

Kepada polisi, selama dirinya menghilang dari rumah, Nur Tajib mengaku bertapa di berbagai tempat, mulai dari Jawa Tengah hingga sampai Aceh. (Ah/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim