Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Media Sosial Beri 6 Dampak Buruk Bagi Kesehatan Mental

Media Sosial Beri 6 Dampak Buruk Bagi Kesehatan Mental

TerasJatim.com – Penggunaan media sosial saat ini sudah menjadi hal yang umum bagi masyarakat. Hal ini agar mereka dapat terhubung dengan banyak hal.

Tentu ada sisi positif yang diperoleh dari kemudahan tersebut, namun di sisi lain ada pula dampak buruk media sosial bagi kehidupan dan kesehatan.

Salah satu dampak buruk yang dapat dialami pengguna adalah kesehatan mental terganggu.

Berikut ini beberapa contoh pengaruh media sosial terhadap psikis seseorang, seperti dilansir Sidomi dari laman The Independent:

Kepercayaan diri terkikis

Media sosial membuat orang dengan mudah membandingkan kehidupan dirinya dengan kehidupan orang lain. Foto-foto yang dibagikan dan bisa diakses siapa saja, kadang jadi bahan pembanding yang tidak sepadan.

Penelitian yang dilakukan University of Copenhagen mengungkap, orang mulai mengalami ‘Facebook Envy’ atau iri melihat posting foto atau cerita orang lain.

Padahal Anda tidak seharusnya melakukan itu karena sebuah foto dan cerita orang dari satu sisi saja, dan tidak bisa jadi pembanding kehidupan Anda.

Sulit bersyukur

Melihat momen penting orang lain yang dibagikan ke media sosial, bisa membuat Anda jadi tak menghargai momen penting diri sendiri. Hasilnya, rasa syukur terhadap peristiwa yang Anda alami berkurang, dan tidak terlalu menghargai momen tersebut.

Kualitas tidur berkurang

Banyak orang mengalami sulit tidur atau kualitas tidur berkurang akibat media sosial. Faktor pemicunya bisa beragam, mulai dari terlalu banyak menghabiskan waktu dengan ponsel, memikirkan konten di media sosial, memikirkan pendapat pengguna media sosial terhadap dirinya, dan lain lain. Termasuk juga rasa cemas dan iri yang timbul akibat media sosial.

“Terlebih lagi, sinar dari layar ponsel yang berukuran lebih kecil dari wajah kita dapat mengurangi Melantonin, hormon yang membantu manusia untuk tidur,” kata Dr. Tim Bono, penulis buku ‘When Likes Aren’t Enough’.

Haus perhatian

Pengguna media sosial juga jadi haus perhatian dan ingin diperhatikan lebih banyak dengan postingan yang mereka bagikan. Kadang warganet secara cepat membagikan informasi yang mereka dapat di media sosial tanpa memikirkan akibatnya demi mendapat perhatian.

Mengurangi interaksi antar manusia

Interaksi secara langsung antar manusia juga akan berkurang dengan adanya dunia maya dan media sosial.

Merusak kesehatan mental

Kesehatan mental generasi Z lebih mudah mengalami cemas, sedih, bahkan depresi akibat media sosial. Itu diketahui dari reportase yang ditulis The Independent pada bulan Maret 2018 lalu.

Laman tersebut menulis 41 persen dari 1.000 responden generasi Z mengalami masalah kesehatan mental.

Beristirahat dari media sosial beberapa waktu adalah jalan keluar dari berbagai masalah tersebut, sehingga kesehatan mental Anda tetap terjaga. (Sis/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim