Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Limbah Kapal Cemari Perairan Pantai Duwet Panarukan

Limbah Kapal Cemari Perairan Pantai Duwet Panarukan

TerasJatim.com, Situbondo – Limbah Gerbage dan Wesege yang diduga berasal dari kapal bertonase besar mencemari pantai Desa Duwet Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, Jatim.

Akibat buangan limbah tersebut, warga sekitar pantai resah. Parahnya, hingga kini hal tersebut terkesan dibiarkan oleh dinas terkait maupun pihak Syahbndar setempat.

Warga  meminta Dinas Lingkungan Hidup Situbondo beserta pihak Syahbandar segera turun tangan untuk melakukan penindakan atas aktivitas kapal yang sengaja membuang limbah di pantai Desa Duwet ini.

Menurut Halik, salah satu aktivis, dirinya bersama sejumlah warga sudah melakukan pengecekan ke lapangan

“Limbah Gerbage dan Wesege ini akan terus mencemari  pantai. Warga mengetahui jika limbah itu berasal dari aktivitas kapal yang kerap bersandar di tepi pantai itu,” ujarnya kepada TerasJatim.com, Kamis (01/11).

Halik menambahkan, jika hal ini dibiarkan, maka jelas telah terjadi pelanggaran perlindungan lingkungan hidup. Warga pun bisa melaporkan ke pihak yang berwajib dan pihak terkait untuk segera melakukan investigasi.

Ia mengingatkan, pantai yang tercemar itu merupakan dermaga tempat nelayan menambatkan perahu sekaligus tempat mencari penghidupan.

“Namun sayangnya hal ini terkesan adanya pembiaran. Jika tidak ada tindakan tegas dari pihak Syahbandar maupun dinas terkait, pencemaran ini akan terus meluas,” imbuhnya.

Sementara Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kalbut, Nanang Efendi, mengaku belum mendapatkan laporan terkait adanya pencemaran limbah dari kapal di pantai Desa Duwet.

Namun ia mengatakan, di titik lokasi pantai itu bukan wilayah kewenangannya, melainkan kewenangan KSOP Pelabuhan Panarukan Situbondo. Karena lokasi limbah masuk di wilayah Kecamatan Panarukan.

“Saya belum tahu itu, belum mendapatkan laporan. Tapii itu masuk wilayah Kecamatan Panarukan. Berarti kewenagannya KSOP Panarukan. Namun kami berterima kasih atas informasi ini, dan akan segera dilakukan cek bersama tim. Jika memang limbah itu berasal dari kapal yang membuang, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak DLH dan Syahbndar Panarukan untuk cepat mengambil tindakan,”ucapnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Situbondo, Halil mengaku pihaknya belum tahu adanya limbah tersebut.

“Selama ini kami belum tahu kabar tersebut, justru saya mendapatkan informasi ini dari teman wartawan,” kilahnya.

Halil menegaskan, pihaknya akan segera turun ke lokasi untuk memastikan adanya limbah yang diduga telah mencemari perairan Situbondo itu.

Halil juga mengaku, selama ini belum ada koordinasi dari pihak Syahbandar Kalbut adanya limbah tersebut. Dan jika itu memang benar, maka pihak Syahbandar harus bertanggungjawab karena mereka juga punya hak dan kewenangan dalam mengatasi limbah dari kapal itu. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim