Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kediri, Kisah Pelajar SMP Berkelamin Ganda

Kediri, Kisah Pelajar SMP Berkelamin Ganda

TerasJatim.com, Kediri – Terlahir memiliki alat kelamin ganda membuat Ani (16) sempat dilanda galau. Meski saat sekolah memakai seragam busana perempuan dan berjilbab, namun jiwa dan mentalnya lebih mengarah sebagai seorang anak lelaki.

“Anak saya marah dan ngambek kalau disuruh menyapu dan mencuci. Tapi kalau disuruh mencari rumput dan mencangkul malah bersemangat,” ungkap Tutik, ibunda Ani di rumahnya Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu siang (28/10).

Diakui Ny Tutik, jika anaknya dalam keseharian lebih banyak bergaul dengan anak-anak lelaki daripada anak perempuan. Termasuk dalam bermain olahraga menyukai sepak bola dan pencak silat. Kelainan pembawaan anak ketiganya itu diketahui sejak kecil. Selain memiliki alat kelamin perempuan, juga punya kelamin lelaki meski tidak tumbuh sempurna. “Anak saya sering mengeluh sakit saat kencing,” ungkapnya.

Terlebih di usia 16 tahun, Ny Tutik mengaku belum pernah mengetahui jika anaknya datang bulan. “Kalau anak yang lain usia 16 tahun sudah datang bulan, anak saya masih belum,” tambahnya.

Namun Ani sudah pernah diperiksakan ke dokter Puskesmas Semen dan RSUD Gambiran. Hasil pemeriksaan medis itu menunjukkan jika organ tubuh Ani lebih mengarah sebagai lelaki dibanding perempuan. Namun untuk lebih memastikan lagi, AK telah dirujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya. Di rumah sakit rujukan ini harus menjalani pemeriksaan kromosom.

Tapi masalahnya, untuk pemeriksaan ke RS Dr Soetomo tidak punya biaya. Karena, untuk keperluan sehari-hari keluarganya juga masih kekurangan. Kedua orangtua Ani hanyalah seorang buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu.

Sementara Ani pelajar kelas 2 SMPN 2 Semen ini, sangat berharap segera menjadi lelaki tulen. Namun diakuinya, keluarganya tidak punya biaya untuk menjalani operasi. “Teman-teman ada yang mengejek dengan mengatakan laki apa perempuan. Saya sekolah memakai pakaian wanita dan berjilbab,” tandasnya.

Selama ini Ani mengaku sering merasakan kesakitan bila buang air kecil. Itu sebabnya Ani sangat berharap ada pihak atau dermawan yang mau membiayai operasinya. Rujukan dari dokter RSUD Gambiran ke RS Dr Soetomo itu disambut dengan bahagia. (Gun/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim