Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jelang Puncak Haji, Kemenag Perketat Pengawasan Layanan Bagi Jemaah

Jelang Puncak Haji, Kemenag Perketat Pengawasan Layanan Bagi Jemaah

TerasJatim.com – Mendekati prosesi puncak haji berupa wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina (Armina), Kementerian Agama (Kemenag) mulai memperketat pengawasan layanan, diantaranya layanan katering bagi jemaah juga transportasi.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis menjelaskan, pengetatan layanan ini diperlukan karena masing-masing penyedia melayani jemaah dengan jumlah besar, sehingga pekerjaan jauh lebih berat lagi.

“Misalnya katering, awalnya hanya melayani sepertiga kapasitas. Kini mereka melayani full, dari yang awalnya mereka menyiapkan setelah subuh, sekarang lebih awal menjadi tengah malam,” terangnya di kawasan Syisyah, Makkah, Kamis (09/08) siang WAS.

Ia juga menambahkan, pihaknya telah memberikan edaran ke jemaah agar makan tepat waktu dan juga ke penyedia katering agar menyajikan makanan yang tidak mudah basi.

“Kita minta kepada katering hindari sayuran yang rentan basi misalnya buncis, sekali lagi pada saat peak season ini kita harus ekstra hati-hati,” paparnya.

Sementara dari segi transportasi, pihaknya mengingatkan jemaah yang baru datang ke Makkah, untuk melakukan umrah wajib bukan bertepatan dengan waktu shalat,

“Ini agar tidak bersamaan dengan jemaah yang sudah tinggal di sini (Makkah) beberapa hari sebelumnya yang hendak shalat di Masjidil Haram,” terangnya.

Begitu pula dengan jemaah yang hendak melaksanakan shalat di Masjidil Haram, ia meminta agar datang lebih awal dan pulang agak akhir. “Ya lebih baik berdzikir dulu di Masjidil Haram, seraya menunggu bus agak longgar,” pintanya.

Berdasarkan catatan dari MCH Daker Bandara hingga Kamis (09/08) siang WAS, sebanyak 397 kloter telah mendarat di Tanah Suci. Jumlah itu terdiri dari 159.602 jemaah dan 1.985 petugas.

Jumlah ini akan terus naik hingga pemberangkatan kloter terakhir ke Tanah Suci pada 15 Agustus 2018 mendatang. (Her/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim