Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Huni Gubug Reyot di TPA, Keluarga ini Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

Huni Gubug Reyot di TPA, Keluarga ini Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

TerasJatim.com, Banyuwangi – Sejumlah program pengentasan kemiskinan yang sering didengungkan Pemkab Banyuwangi Jatim, aplikasinya di lapangan patut dipertanyakan.

Pasalnya, salah satu keluarga yang tergolong miskin yang tinggal di lingkungan Kramat Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi ini, justru belum pernah tersentuh sama sekali oleh program sosial tersebut.

Maka tak heran, sejumlah pihak menganggap bahwa pemerintah setempat kurang tanggap dan terkesan tebang pilih dalam menyalurkan bantuan untuk kaum miskin.

Pantauan TerasJatim.com di lapangan, Usnan, pria 79 tahun yang tinggal bersama istrinya Atiyah (63), merupakan warga asli warga setempat. Pasangan suami istri yang sudah dimakan usia ini hidup menempati gubuk (rumah) yang tak layak huni, yang berada di dalam area tempat pembuangan sampah (tinja) di Kelurahan Kertosari.

Usnan menuturkan, terkait kondisi kemiskinan yang dihadapinya, dirinya mengaku belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

“Saya belum pernah sama sekali mendapat bantuan dari pemerintah. Rumah yang saya tempati ini saja dibangunkan oleh tetangga-tetangga saya dengan dana bantuan warga sekitar,” ungkapnya kepada TerasJatim.com, Minggu ( 20/05).

Usnan juga menceritakan kehidupananya sehari-hari dalam mengais rezeki hingga sampai dapat bertahan hidup.

“Keseharian saya memulung sampah di lokasi pembuangan sampah dan tinja ini yang berdampingan dengan rumah saya mas. Alhamdulillah buktinya sampai sekarang saya juga masih bisa makan, walau ala kadarnya dan tanpa ikan (lauk, red),” pungkasnya.

Sementara Kepala Kelurahan Kertosari Joko Handoko mengaku jika dirinya belum mengetahui jika Usnan dan keluarganya selama ini tinggal di wilayahnya. Joko berjanji, pihaknya akan berupaya untuk membantu agar Usnan mendapatkan bantuan dari pemerintah, lewat dinas terkait.

“Saya baru dengar kalau pak Usnan itu ternyata sudah lama tinggal di sana (TPA, red). Besok kita buat surat untuk ditujukan ke dinas-dinas terkait. Nggak tau nanti dari dinas sosial bantuannya bentuknya apa. Kalau selama saya menjabat di Kertosari ini biasanya dari Baznas,” jelasnya. (Ns/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim