Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ada Santri Berulah, Warga Santren Soko Tuban Meradang

Ada Santri Berulah, Warga Santren Soko Tuban Meradang

TerasJatim.com, Tuban – Ulah mbeling (nakal _red), oknum santri Pondok Pesantren Tanbihul Muta’alimin II di Desa Nguruan Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, membuat warga meradang.

Bukanya tanpa alasan, kemarahan warga ini dipicu oleh seringnya FDL (16), santri asal Dukuh Maner Desa Sumurcinde Kecamatan Soko Tuban ini yang berkali-kali diadukan warga kepada pengasuh pondok atas ulahnya.

Namun, warga menganggap hal ini tidak mendapat tanggapan serius apalagi sanksi dari pihak ponpes. Celakanya, beberapa hari lalu santri tersebut kembali berulah.

Informasi lain yang diterima TerasJatim.com menyebutkan, ulah nakal FDL ini bukan hanya sekedar adanya laporan dugaan pencurian saja. Namun FDL juga diduga telah berpacaran dengan salah satu santri putri, yang mengarah pada perbuatan mesum.

Beberapa warga lingkungan pondok mengungkapkan, perbuatan santri nakal ini sudah keterlaluan dan dianggap telah membuat gaduh warga. Puncak kemarahan warga terjadi pada Kamis (30/08) kemarin.

Dilansir sejumlah media lokal, warga telah melaporkan dan membawa santri mbeling ini ke Balai Desa Nguruan dengan aduan kasus dugaan pencurian di lingkungan ponpes.

Salah satu warga Santren yang meminta namanya tak ditulis, kepada TerasJatim.com membenarkan kabar tersebut. Ia mengungkapkan, ulah santri ini tergolong nekat. Sebab ia diketahui melakukan aktifitas pacaran di tempat yang tak sepantasnya. Warga memergoki, mereka berpacaran di lantai atas bangunan yang berdiri tepat di atas musholla.

“Dia itu manjat pohon jati untuk naik ke atas dan bertemu pacarnya itu. Bahkan sandalnya tertinggal di bawah pohon jati yang dipanjat. Dia gak berani ngambil sandalnya, mungkin karena takut sebab sudah dipergoki warga lain,” ungkapnya, Sabtu (01/09).

Menurutnya, perbuatan santri ini dianggap telah mencemarkan lingkungan pondok. Warga menilai, seakan tidak ada tata tertib di dalam ponpes tersebut. Sehingga ulah salah satu santrinya ini tidak mencerminkan perilaku santri.

Kini kabar tak sedap itu sedang menjadi perbincangan warga di lingkungan ponpes, Warga berharap agar pihak ponpes memberi sanksi yang tegas kepada setiap santrinya yang telah dianggap mencoreng wajah pendidikan yang berbasis pesantren di wilayah Kabupaten Tuban.

“Kami menganggap ponpes ini telah gagal mendidik santrinya-santrinya. Mungkin saja pengasuhnya tidak fokus pada pendidikan tapi pada hal yang lain,” imbuhnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi TerasJatim.com, pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Muta’alimin II, Abdullah Hakim, mengaku belum mengetahui kasus tersebut. “Maaf saya tidak tahu kejadian tersebut,” tulis Hakim, dalam pesan yang ditulis di Whatsapp pribadinya, Sabtu (01/09). (Adi/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim