Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

39 Santri asal Jatim Lolos Seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)

39 Santri asal Jatim Lolos Seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)

TerasJatim.com – Sebanyak 39 santri asal Jatim dari total 262 santri di seluruh Indonesia, berhasil lolos seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama (Kemenag).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Ahmad Zayadi, menjelaskan, Provinsi Jatim menjadi provinsi dengan jumlah santri terbanyak yang diterima program PBSB, yaitu 39 orang. Berikutnya adalah Provinsi Jateng 28 santri, Sulsel 24 santri, dan Jabar 12 santri.

“Sementara provinsi dengan santri penerima PBSB  yang paling sedikit adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat, masing-masing satu orang,” katanya, Senin (04/06).

Ia menuturkan, sejumlah 262 santri berprestasi dinyatakan lulus pada beberapa pilihan program studi di 12 Perguruan Tinggi Mitra (PTM). Di antaranya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Alauddin Makassar, ITS Surabaya, UGM Yogyakarta, Uncen Jayapura, UPI Bandung, dan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Sementara, Kasubdit Pendidikan Pesantren Kemenag, Basnang Said,mengingatkan santri yang dinyatakan lulus seleksi PBSB untuk tidak mengundurkan diri. Santri diminta berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Provinsi dan pengelola PBSB pada PTM.

Tahapan selanjutnya antara lain melakukan validasi data pada Kanwil Kemenag Provinsi serta mengkonfirmasikannya kepada pengelola PBSB di masing-masing PTM. “Santri diwajibkan mengikuti seluruh aktivitas yang telah ditetapkan oleh PTM dalam kalender akademik,” tegas Basnang.

Santri penerima beasiswa PBSB, sambungnya, akan mendapatkan komponen beasiswa yang terdiri dari Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan/atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai dengan aturan pada masing-masing PTM, biaya pengembangan akademik awal program, biaya pendidikan profesi, biaya peningkatan kualitas, biaya hidup, serta tunjangan praktek lapangan, penelitian atau penyusunan tugas akhir kuliah.

“Sampai saat ini, kami mengupayakan memenuhi seluruh komponen beasiswa tersebut. Karena tentunya hal tersebut sangat dipengaruhi dengan anggaran yang tersedia,” tandasnya. (Her/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim