Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jelang Lebaran, Begini Meriahnya Tradisi ‘Prepegan Pasar’ di Pacitan

Jelang Lebaran, Begini Meriahnya Tradisi ‘Prepegan Pasar’ di Pacitan
Jelang Lebaran, kondisi jalan di depan Pasar Tulakan Pacitan yang macet (Foto: Git/TerasJatim.com)

TerasJatim.com, Pacitan – Tradisi yang sudah turun-temurun menjelang Lebaran di Pacitan, hingga kini masih ada, yakni ‘Prepegan Pasar’ atau hari pasaran terakhir sebelum jatuhnya hari Raya Idul Fitri.

Kondisi tersebut salah satunya dapat dilihat di Pasar Tulakan, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan yang jatuh setiap hari pasaran Kliwon atau Kamis (30/05/19) hari ini.

Terlihat, ribuan orang memadati pasar Tulakan sejak pagi hari, yang pada hari biasanya aktivitas jual beli di pasar tradisional itu hanya akan ramai pada pagi hari dan berangsur sepi mulai pukul 09.30 WIB. Namun, berbeda pada saat prepegan, karena aktivitas di pasar tersebut berlangsung hingga siang hari.

Bahkan, kondisi pasar pada saat prepekan jauh lebih ramai 5 kali lipat lebih dibanding pada hari-hari pasaran biasanya, bahkan kondisi jalan pun akan macet karena lalu lalang pengunjung, pengendara dan juga angkutan umum. Terlebih, saat ini sudah memasuki hari libur sekolah.

“Kalau prepegan pasti ramai sampai siang hari, karena masyarakat banyak kebutuhan terutama dapur dan pakaian baru untuk lebaran,” kata Hartini (44), salah satu pengunjung di pasar Tulakan, Kamis (30/05/19) siang.

Masyarakat yang datang ke pasar pada saat prepegan memang cukup beragam keperluan, terutama untuk mempersiapkan segala kebutuhan menyambut datangnya hari kemenangan.

Tidak hanya untuk kebutuhan Lebaran, namun juga mempersiapkan untuk kebutuhan beberapa hari setelah hari raya, karena pada masa Lebaran toko dan pasar masih banyak yang tutup.

“Ya kalau bisa, keperluan untuk beberapa hari ke depan harus dicukupi sebelum lebaran, karena kalau hari raya banyak pasar yang tutup,” kata Sulasmi, pengunjung lainnya di Pasar Tulakan.

Sementara, Yuanita, pembeli asal Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan mengatakan, jika membeli di pasar tentunya harga akan lebih terjangkau, dibanding dengan membeli segala kebutuhan di toko.

“Mumpung lagi pasaran, ya yang jelas kalau di pasar kan harga murah meriah dan bisa tawar menawar. Apalagi kalau ke kota jauh, belum lagi untuk beli kebutuhan dapur dan lainnya,” ungkapnya. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim