Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

KPK: Banyak Pemda Belum Optimalkan Pendapatan Daerah

KPK: Banyak Pemda Belum Optimalkan Pendapatan Daerah

TerasJatim.com, Surabaya – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, banyak pemerintah daerah yang belum dapat mengoptimalkan pajak pendapatan. Padahal, masih banyak sektor yang masih bisa digali oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, saat acara penandatanganan kerjasama bersama Pemprov Jatim dalam hal optimilisasi pendapatan daerah, dan penertiban barang milik daerah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (23/04/19).

Basaria mengatakan, pendapatan ini seharusnya bisa lebih optimal lagi. Tetapi kenyataannya masih banyak pajak yang tidak tersampaikan dengan baik. “Ini memang belum optimal. Karena itu tujuan kita ke sini adalah mengoptimalkan,” ujarnya.

Basaria menambahkan, KPK melihat saat ini banyak kepala daerah yang belum memaksimalkan dengan baik pendapatan daerahnya, seperti dari wisata, hiburan, restoran, hotel, dan tanah. Problemnya, semua pajak itu tidak dipetakan dengan baik.

“Sistem yang masih manual tidak banyak pajak disetor ke pemerintah kabupaten/kota. Banyak yang seharusnya wajib pajak, tapi belum diambil,” paparnya.

Oleh sebab itu, menurut Basaria, KPK meminta kepada pemerintah daerah bisa segera menata manajemen aset, serta potensi pajak. “Berapa kekayaan yang sebenarnya dimiliki daerah, tetapi hanya dimanfaatkan segelintir orang saja,” urainya.

Selain itu, KPK juga mendorong pemerintah daerah dapat mengoptimalkan pendapatan supaya bermanfaat bagi masyarakat. “Sekarang semua harus transparan dan secara online, karena hanya dengan ini saja masyarakat bisa awasi langsung berapa pemasukan daerah setiap saat,” tandasnya.

Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, setelah ada penandatangan ini dan rapat kordinasi yang dilakukan dengan lintas intansi ini, seluruh kekayaan di wilayah Jatim dapat dioptimalkan, serta konektivitas dengan kabupaten/kota terbuka.

“Kami berharap, apa yang kita ketahui apakah aset yang dikerjasamai dengan pihak lain, atau belum dimaksimalkan, atau aset yang sebetulnya bisa menambah income (pendapatan) daerah dapat optimal,” pungkas Khofifah. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim