Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

5 Ajaran Suku Samin di Bojonegoro Yang Inspiratif

5 Ajaran Suku Samin di Bojonegoro Yang Inspiratif

TerasJatim.com, Bojonegoro – Dusun Jipang, Desa/Kec Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jatim, menjadi tempat yang masih murni menjalani ajaran Suku Samin secara turun temurun. Konon, Saminisme adalah gerakan perlawanan tanpa kekerasan atas ketidakadilan serta penindasan penguasa lalim dan penjajah.

Raden Kohar, asal Randublatung Blora Jateng yang kemudian dikenal dengan nama Samin Soerosentiko, adalah pendiri ajaran spiritual dengan dasar kejujuran, kesetaraan status sosial berlandaskan rasa kemanusiaan dan persaudaraan atau sedulur sikep ini.

Ada lima pitutur luhur yang diajarkan Samin Soerasentiko terhadap komunitas sedulur sikep yang hingga kini dipegang teguh masyarakat Dusun Jipang di bawah pimpinan Tetuanya, Hardjo Kardi (85) yang merupakan generasi keempat Samin Soerosentiko.

Lima pitutur luhur itu antara lain; “Laku jujur sabar trokal lan nrimo, Ojo dengki srei dahwen kemeren pekpinek barange liyan, Ojo mbedo mbedakne sapodo padaning urip kabeh iku sedulure dewe, Ojo waton omong omong sing nganggo waton, Biso roso rumongso”.

Jika diartikan secara lepas, “Berbuat jujur sabar pasrah dan lapang dada, Jangan dengki iri hati dan mencuri/merebut hak milik orang lain, Jangan membeda-bedakan sesama karena semua saudara, Jangan asal berbicara bicaralah dengan memakai aturan, Peka terhadap rasa dan perasaan”.

Untuk melestarikan ajaran luhur ini, Pemkab Bojonegoro, kemudian berinisiatif untuk mentahbiskan Dusun Jipang sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban budaya Bojonegoro dengan mendirikan Tugu Prasasti Sedulur Sikep Samin yang diresmikan pada Kamis (29/08/19) kemarin.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat pidato peresmian prasasti mengatakan, selain sebagai ikon, tugu sedulur sikep yang berdiri di antara lima pilar ini merupakan wujud dari semangat dan sikap masyarakat samin yang masih menjaga 5 pitutur luhur tersebut.

“Dengan prasasti sedulur sikep samin ini saya berharap ajaran Samin dapat menjadi inspirasi untuk membangun dan memajukan SDM yang unggul untuk Kabupaten Bojonegoro,” kata Anna.

Lebih lanjut Anna mengatakan, masyarakat Bojonegoro harus bangga lantaran ajaran Samin Soerosentiko ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Untuk diketahui, sebagai komunitas pergerakan, Saminisme sangat melek politik atau pemerintahan yang ideal. Rumusan dalam ajarannya terkait kekuasaan adalah, “Pucuk eling Bongkot, Bongkot eling Pucuk yakni Pimpinan ingat rakyat, sebaliknya rakyat mendukung pimpinan”. (Saiq/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim