Sosialisasi Pilkada Untuk Tuna Netra

Sosialisasi Pilkada Untuk Tuna Netra

TerasJatim.com, Blitar – Mengantisipasi hilangnya hak pilih warga penderita tuna netra dalam pemilihan calon Walikota-Wakil Walikota Blitar, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Blitar, melakukakn sosialisasi Pilkada kepada lima puluh penderita tuna-netra di Kota Blitar.

Sosialisasi pilkada diawali dengan mengucapkan yel-yel, jika penderita tuna-netra siap mensukseskan pesta demokrasi Pilkada serentak di Kota Blitar. Acara sosialisasi pilkada ini, digelar di Balai Kelurahan Plosokerep Kecamatan Sanan Wetan Kota Blitar. Dalam sosialisasi pilkada ini, selain dijelaskan dua calon atau kandidat yang akan mengikuti pilkada di Kota Blitar, juga tentang visi dan misi kedua calon Walikota-Wakil Walikota. “Calon no urut satu, Muhsin-Dwi Sumardiyanto (SiNar) dengan visi misinya membawa perubahan untuk warga Kota Blitar, sedangkan pasangan calon nomor urut dua, Samanudi-Santoso (SamSon) mempunyai visi-misi APBD pro rakyat” terang Ummu Khoiru Wardhani, salah satu Komisioner KPUD Kota Blitar.

Dalam sosialisasi tersebut, banyak penderita tuna-netra yang mengalami kendala saat melakukan pencoblosan.  Seperti adanya tekanan atau mengarahkan untuk memilih paslon tertentu dari saksi, saat melakukan pencoblosan. Padahal para penderita tuna-netra sudah diantar oleh pendamping dari keluarga, “contohnya saat pilpres kemarin, meski saya sudah didampingi anggota keluarga, namun saksi tetap memaksa ikut masuk dan melihat calon yang saya coblos” ujar Sunaryo, yang merupakan ketua Persatuan Tuna-Netra Indonesia (Pertuni) Cabang Kota Blitar.

Usai menyampaikan sosialisasi, salah satu komisioner KPUD Kota Blitar, Ummu Khoiru Wardhani menjelaskan, terkait kendala yang sering dihadapi oleh penderita tuna-netra saat mencoblos, pihak KPUD Kota Blitar dalam waktu dekat akan mengumpulkan PPK, PPS terkait batasan-batasan dari saksi pasangan calon saat berada di TPS. “Kita akan mengadakan sosialisasi kepada para saksi, untuk menjelaskan hak dan kewajiban mereka saat berada di lokasi”, tambah Ummu Khoiru Wardhani.

Di Kota Blitar sendiri, sedikitnya tedapat lima puluh penderita tuna-netra yang mempunyai hak pilih, untuk disalurkan dalam pilkada serentak, nanti pada tanggal 9 Desember Tahun 2015. (Aji/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim