Pasca Pulang, Bagaimana Nasib Mereka Selanjutnya ?

Pasca Pulang, Bagaimana Nasib Mereka Selanjutnya ?

TerasJatim.com -Kepulangan saudara-saudara kita yang tergabung dalam organisasi Gafatar telah dilakukan. Hampir sebagian besar jajaran pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten yang kedapatan warganya terdaftar dan bergabung dengan Gafatar, beberapa hari ini terlihat sangat sibuk. Begitu juga yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.

Gelombang kepulangan eks warga Gafatar, mau tidak mau menjadi tugas tambahan bagi sebagian pemerintah daerah. Mereka harus menyiapkan segala tetek bengek keperluan untuk proses penjemputan hingga pemulangan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Pemerintah daerah, paling tidak harus memberikan penampungan sementara untuk beberapa hari dan bisa jadi nantinya mereka harus menyiapkan anggaran untuk sekedar uang saku atau uang modal sementara. Minimal, hingga nantinya para warga eks Gafatar ini kembali ke kampung asalnya.

Hari ini saya banyak membaca berita di beberapa media termasuk di TerasJatim.com, yang banyak memberitakan tentang kepulangan warga eks Gafatar di daerahnya.

Tampak jelas terlihat, bahwa rata-rata aparat pemerintah daerah, termasuk para kepala daerah masih belum mengetahui skema apa yang pas digunakan untuk menangani permasalahan warganya yang tergabung dalam organisasi yang banyak dianggap oleh sebagian publik di tanah air, sebagai organisasi yang beraliran menyimpang ini.

Rata-rata pemimpin di daerah terlihat belum siap betul untuk menyelesaikan permasalahan ini secara komprehensip. Daerah terkesan hanya mempunyai tanggung jawab parsial dan untuk sekedar memulangkan, kemudian memberikan tempat penampungan sementara dan nantinya memulangkan ke kampung mereka. Daerah belum menemukan solusi yang kongkret tentang bagaimana nantinya kalau mereka sudah berada di kampungnya.

Sebab kita mendengar, selain banyak nada miring tentang keberadaan Gafatar di mata masyarakat, kebanyakan eks warga Gafatar sudah tidak mempunyai apa-apa lagi di kampung asalnya, karena harta benda mereka jauh hari sudah terjual, tatkala mereka akan berangkat bergabung dengan Gafatar.

Tak heran, seperti yang saya kutip dari Wakil koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Puri Kencana Putri, yang menyayangkan langkah spontan Menteri Sosial yang lantas memutuskan untuk memulangkan eks Gafatar ke kampung halaman masing-masing.

Pasalnya, akan banyak kemungkinan-kemungkinan negatif yang justru akan menimbulkan masalah baru. Kemungkinan-kemungkinan negatif bisa terjadi dan akan menimpa eks Gafatar tersebut. Misalnya, keluarga sudah tidak lagi menerima, tetangga sudah tidak kenal, kelompok masyarakat kampung halaman yang juga tidak menerima, serta aset-aset rumah yang mungkin sudah dijual.

Hal-hal seperti ini yang seharusnya juga terpikirkan akan nasib para eks Gafatar tersebut. Jadi bukan hanya mengeluarkan eks Gafatar ini dari Kalimantan lantas masalah selesai. “Jangan sampai kemudian pemerintah mengambil langkah gegabah, Menteri Sosial sangat offside mengembalikan mereka ke Pulau Jawa,” ujarnya. (Republika.Co.Id).

Bisa jadi, hal tersebut layak untuk direnungkan oleh segenap jajaran¬† elemen pemerintah di setiap tingkatan. Masalah eks Gafatar pasca mereka “dipaksa” pulang ke kampung halamannya, jika tidak ditangani secara menyeluruh, hal tersebut akan menjadi sebuah masalah sosial baru.

Tanpa mengurangi rasa hormat atas segala jerih payah pemerintah khususnya di jajaran pemerintah provinsi Jawa Timur dan beberapa daerah kota dan kabupaten, seharusnya pemerintah jauh-jauh hari harus memikirkan bagaimana formula yang tepat agar ketika warga eks Gafatar pulang ke kampung halamannya, mereka telah siap sebagai warga negara yang mempunyai kehormatan yang sama dalam kehidupannya, termasuk dari sisi ekonomi mereka.

Saat ini, karena masih dicukupi kebutuhan dasarnya oleh pemerintah, bisa jadi mereka masih belum merasakan bagaimana susahnya untuk menafkahi anak istri dan keluarganya. Lalu bagaimana dengan keadaan mereka besuk, lusa dan nanti ?

Jika mereka dibiarkan terlantar tanpa solusi yang baik, saya justru khawatir mereka akan menjadi sebuah masalah baru bagi tetangga kiri kanannya, kampungnya, daerahnya, yang pada akhirnya akan menjadi masalah yang serius bagi negaranya.

Salam Kaji Taufan

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim