HUT RI, 39 Napi di Rutan Kelas IIB Pacitan Dapat Remisi dan 8 Napi Dapat Asimilasi di Rumah

HUT RI, 39 Napi di Rutan Kelas IIB Pacitan Dapat Remisi dan 8 Napi Dapat Asimilasi di Rumah

TerasJatim.com, Pacitan – Tepat di Hari Kemerdekaan Republik lndonesia yang ke 75 di tahun ini, sebanyak 39 orang warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pacitan Jatim, mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan 1 hingga 5 bulan, Senin (17/08/20).

Remisi itu diberikan sebagai wujud apresiasi atas pencapaian perbaikan diri yang tercermin dari sikap warga binaan pemasyarakatan yang taat selama menjalani pidana, disiplin, produktif dan dinamis.

Adapun rincian pemberian remisi kepada narapidana itu diantaranya, 9 orang mendapat pengurangan masa tahanan 1 bulan, 7 orang mendapat pengurangan masa tahanan 2 bulan, 10 orang mendapat pengurangan masa tahanan 3 bulan, 7 orang mendapat pengurangan masa tahanan 4 bulan dan 6 orang mendapat pengurangan masa tahanan 5 bulan, total 39 orang.

Kepala Rutan Kelas IIB Pacitan, Eko Ari Wibowo, mengatakan, remisi tersebut merupakan salah satu sarana hukum penting dalam mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan. “Gelora semangat untuk mengisi kemerdekaan ini tentunya harus menjadi milik seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali bagi para warga binaan pemasyarakatan di Rutan Kelas llB Pacitan, atas pencapaiannya selama menjalani pidana di Rutan Pacitan,” ungkap Eko kepada TerasJatim.com, Senin (17/08/20) pagi.

Menurutnya, tolok ukur pemberian remisi itu tidak didasarkan pada latar belakang pelanggar hukumnya, akan tetapi didasarkan pada perilaku mereka selama menjalani pidana. “Remisi dapat dipandang sebagai sebuah instrumen yang penting dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan, yaitu dalam kerangka untuk memberikan stimulasi bagi narapidana agar selalu berkelakuan baik,” katanya.

Eko menjelaskan, pemberian Remisi kepada narapidana itu sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 77, tambahan lembaran negara nomor 36L4). Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2005 tentang perubahan pertama atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan.

Kemudian Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Rl Nomor 3 Tahun 2018 tentang syarat pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat.

Hal itu, juga diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Rl Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian Asimilasi dan Hak lntegrasi bagi Narapidana dan anak pidana dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 serta Surat Edaran Direktorat ienderal Pemasyarakatan Nomor PA5-516.PK.01.04.06 Tahun 2020, tentang mekanisme pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Rl Nomor 10 Tahun 2020.

“Narapidana yang termasuk dalam kategori Pasal 34A ayat (1) PP 99 Tahun 2012 harus memenuhi syarat-syarat khusus tambahan. Tindak pidana yang terkait ketentuan ini adalah korupsi, terorisme, narkotika dan prekusor narkotika, psikotropika, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM berat, serta kejahatan TransnasionaI terorganisasi,” jelas Eko.

Selain itu, Rutan Pacitan juga memberikan Program Asimilasi di rumah, sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Rl Nomor 10/2020, tentang syarat pemberian Asimilasi dan Hak lntegrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19, serta sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS- 515.PK.01.04.05 Tahun 2020, tentang mekanisme pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Rl Nomor 10/2O2O.

Pada Hari Kemerdekaan Republik lndonesia ini, program itu diberikan kepada 8 orang Narapidana yang telah menjalani minimal 7/2 masa pidana dengan 2/3 masa pidana tidak lebih dari 31 Desember 2020 dan bukan termasuk Narapidana Perkara Khusus PP 99/2012.

“Sejak Peraturan Menteri tentang Asimilasi di Rumah ini dikeluarkan, yaitu pada tanggal 30 Maret 2020, sampai dengan hari ini, Rutan Pacitan telah memberikan program Asimilasi di Rumah kepada 46 Narapidana,” imbuhnya.

Terpisah, Bupati Pacitan, Indartato menambahkan, dengan pemberian remisi kepada 39 orang narapidana dan pemberian asimilasi di rumah kepada 8 orang narapidana tersebut, menurutnya hal itu menandakan bahwa negara menjamin Hak Asasi Manusia agar hidup normal seperti sebelumnya.

“Harapan kami kepada narapidana di sini, setelah pulang dari Rutan Pacitan ini betul-betul melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia agar selalu berbuat baik, sehingga dapat diterima dan berbaur dengan masyarakat lebih nyaman,” ujarnya. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim