Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Berkah Bayam Di Musim Kemarau

Berkah Bayam Di Musim Kemarau

TerasJatim.com, Lamongan – (Banyak jalan menuju roma, banyak jalan menuju berkah) Itulah yang sering di katakan oleh peparah. Di saat yang lain meratapi kekeringan dan menunggu datangnya hujan, Musim kemarau justru membawah berkah bagi para petani bayam di Lamongan. Mereka dengan sengaja memanfaatkan lahan kering tadah hujan  lahan persawahan, yang bagi sebagian orang dianggap tidak produktif. Justru di saat musim kering inilah mereka menimakti berkah karena hasil panen bayam-nya melimpah dan laku di pasaran.

Biasanya tanaman bayam cenderung banyak membutuhkan air, ternyata berbeda dengan tanaman bayam yang ditanam warga Desa Sukorame Kecamatan Sukorame dan Desa Kawurejo Kecamatan Bluluk, Lamongan.

Dengan memanfaatkkan lahan persawahan yang hanya mengandalkan turunnya hujan, atau tadah hujan, pada saat musim kemarau seperti ini para petani menanam bayam sebagai tanaman aternatif yang digunaan untuk pembibitan dan tanaman obat.

Diyakini tanaman bayam banyak mengandung nutrisi, protein, karbohidrat, zatbesi dan juga mengandung vitamin A dan C. Pasar penjualanya untuk  petani sangatlah mudah dan tidak ribet. Sebab hasil tanaman mereka sudah ada yang mengambilnya langsung ke lokasi sawah mereka. Para pedagang dari wilayah Kabupaten Malang setiap hari datang dan siap untuk membeli hasil jerih paya mereka.

Sebagian besar wilayah Lamongan khususnya di daerah selatan dan barat memiliki lahan tadah hujan dan jika musim kemarau, para petani di wilayah itu mempunyai kreasi untuk memanfaatkan lahannya dengan menanam tanaman bayam, tembakau dan jagung. Disamping itu, ada juga petani yang membuat pembibitan buah bayam, yang konon diyakini sebagai bahan obat-obatan kesehatan.

Saat ini tanaman bayam dalam satu hektar lahan sawah, mampu menghasilkan benih bayam hingga 1200 kwintal dengan harga perkilonya bisa mencapai 22 ribu rupiah.

Menurut para petani, menanam bayam dilakukan karena waktu tanamnya pendek dan panennya cepat serta mudah karena tidak membutuhkan air yang banyak. Berbeda dengan tanaman jagung dan tembakau, yang membutuhkan perhatian ekstra atas kebutuhan airnya.

Bisa jadi, dari hal yang sebagian orang menganggap musim kemarau adalah musim paceklik, kreatifitas para petani untuk terus berkreasi, akhirnya menjadi berkah berlimpah. Masyarakat harus tetap semangat dan meyakini, bahwa setiap musim selalu ada berkah. Tinggal manusiannya yang dituntut untuk terus berkreasi dan berusaha. (crus/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim