KONI Jatim Sebut Pembinaan Olahraga di Pacitan Tepat Arah

TerasJatim.com, Pacitan – Bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Pacitan, Jatim, olahraga sudah menjadi bagian yang tak terelakan. Sumber daya alam yang mendukung, secara tidak langsung telah menempa fisik yang siap bersaing, tinggal pembinaan yang lebih tepat arah untuk menjemput lebih banyak prestasi.
Menurut Wakil Ketua Umum KONI Jatim, H. Muhammad Ali Affandi L.N.M, melihat data perolehan medali pada pekan olahraga provinsi (porprov), Kabupaten Pacitan alami tren kenaikan. Kata dia, hasil itu telah menunjukkan langkah pembinaan olahraga di kabupaten dengan sebutan lain 1001 gua sudah berada di jalan yang benar.
“Menurut data yang kami punya, porprov ke-8 2023, Pacitan raih 9 emas, 3 perak, 3 perunggu, dengan poin 45 dan berada di urutan 34. Porprov ke-9 2025 di Malang, (Pacitan) raih 11 emas, 9 perak, 7 perunggu, dengan poin 69,” ujarnya, Minggu (08/02/2026).
“Trennya meningkat, dan fondasi pembinaan sudah terbentuk di Pacitan. Hal ini menunjukkan arahnya sudah tepat,” lanjut M. Ali, usai kukuhkan kepengurusan KONI Pacitan periode 2025-2029, di pendapa kabupaten.
Di satu sisi, pihaknya membuka ruang diskusi, komunikasi, untuk pemetaan cabang olahraga yang menonjol di Pacitan, dengan tujuan penggunaan sumber daya alam lebih efektif dan berprestasi berkelanjutan.
“Jika ingin pemetaan Pacitan kuat di mana, kami (KONI Jatim) dengan senang hati terbuka lebar. Apalagi di sini (Pacitan) secara alam konturnya ada pegunungan, pantai, itu sangat mendukung fisik para atlet,” katanya.
“Budaya orang-orang Pacitan pekerja keras, ulet, teliti, dan ini potensial. Integrasi alam dan sport saints, ini tentunya akan menjadi kekuatan baru di olahraga Jawa Timur,” sambung M. Ali.
Pihaknya mengapresiasi kepada jajaran pengurus KONI setempat, karena telah melahirkan atlet berprestasi internasional, yakni Luluk Diana Tri Wijayana, lifter putri asli Pacitan, peraih medali emas pada Sea Games 2025 di Thailand. “Kami mengapresiasi. Tentunya ini membawa nama baik Pacitan, Jawa Timur dan Indonesia. Ini bukti bahwa Pacitan telah melahirkan atlet berkelas dunia,” ungkapnya.
“Dan, untuk pengurus KONI Pacitan, mari kita bangun sistem berkelanjutan. Atlet sebagai pusat, pelatih sebagai penggerak, ilmu pengetahuan sport saint sebagai kompas, dan tentunya kolaborasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.
Sinergi dari sejumlah pihak, didukung sumber daya alam yang memanjakan, dan pembinaan yang disebut-sebut sudah tepat arah, tidak menutup kemungkinan ke depan prestasi olahraga di Pacitan akan berbicara lebih banyak di kancah regional hingga internasional.
“Prestasi yang diraih saat ini adalah fondasi yang sangat berharga. Ke depan mari kita tingkatkan semangat juang, disiplin, kualitas pembinaan, agar Pacitan benar-benar jadi daerah yang diperhitungkan di regional maupun nasional,” ujar Baginda Rahadian Pratama, Ketua KONI Pacitan periode 2025-2029 dalam sambutannya.
Namun demikian, untuk mewujudkan tujuan mulai tersebut, tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi, salah satu yang menjadi persoalan adalah anggaran. “Banyak atlet yang berbakat, banyak atlet berpotensi di Pacitan, tapi banyak juga tantangan yang kita punyai, yang paling menonjol anggaran,” kata Indrata Nur Bayuaji, Bupati Pacitan, tanpa menyebut angka.
“Akan tetapi, kita sudah mendapat contoh, ada tokoh-tokoh besar yang lahir di Pacitan yang penuh dengan keterbatasan. Tapi ingat, sebesar apa pun suport anggaran, tanpa keikhlasan, ketulusan dan kerja keras, tidak akan maksimal,” tutur Mas Aji, sapaan bupati.
“Dan sebaliknya, seminim anggaran yang kita punya, tapi dengan tekad yang luar biasa, penuh keikhlasan, Insya Allah olahraga di Pacitan akan maju,” lanjutnya.
Di samping itu, Mas Aji berpesan kepada kepengurusan KONI Pacitan, untuk kerap menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak luar. Karena menurut bupati, tanpa koordinasi sebuah organisasi akan berat untuk menapak.
“Sebuah organisasi, sebaik apa pun sumber daya manusia yang ada di dalamnya, tanpa koordinasi dengan pihak-pihak luar akan berat melangkah. Saya berharap, untuk rajin-rajin jalin komunikasi dan koordinasi. Semata-mata untuk masyarakat Pacitan yang kita cintai,” tukasnya. (Git/Kta/Red/TJ)


