“Belajar” Mlaku Timik-Timik

“Belajar” Mlaku Timik-Timik

TerasJatim.com – Kemarin (Kamis 24/09/2015) TerasJatim.com resmi kita launching sebagai portal beritanya wong Jawa Timur. Tidak ada sesuatu yang istimewa yang dilakukan. Kami sengaja tidak melakukan hal yang lazim digunakan oleh sebagian besar korporasi lainnya, seperti halnya mengundang tokoh penggede atau pejabat, pengguntingan pita atau acara seremonial lainnya.

Kami juga tidak menyiapkan tumpeng, bubur abang atau jajan pasar, sebagai uboh rampe. Kantor redaksi kami di Surabaya dan Bojonegoro juga sepi mamring. Tidak ada deretan buket bunga yang dipajang. Yang kami lakukan hanya merenung sebentar, berdoa, minta ijin dan ridha-Nya, dan kami semua langsung bekerja. Sungguh sangat sederhana.

Disisi lain, kami juga mendengar kabar duka, bahwa kembali ada bencana yang terjadi di Mina yang menimpa lebih dari 700 jamaah haji yang sedang melakukan ritual ibadahnya. Tentu, kita semua ikut berbela sungkawa, semoga seluruh korban meninggal sebagai syuhada dan khusnul khatimah. Dan yang luka-luka, segera diberi kesembuhan untuk melanjutkan ibadahnya. Amien.

Dari jauh-jauh hari semua teman dan relasi, baik yang saya kenal maupun yang sok saya kenal, sudah saya kabari. Pada mereka kami mintakan doa dan dukungan yang sekaligus juga sebagai pertanda, bahwa kami mencoba untuk memulai “berbuat”¬† yang sekiranya bisa menghasilkan sebuah karya, yang syukur-syukur punya makna yang produktif dan konstruktif.

Kebetulan kemarin, sebagian besar umat islam di tanah air sedang merayakan hari Raya Qurban. Begitu juga saudara kita yang Muhammadiyah, sehari sebelumnya  (23/09) juga sudah melaksanakannya lebih dulu.

Kami berharap, paling tidak sedikit dari cipratan berkah dari Idul Adha atau orang Jawa Timur menyebut sebagai riyoyo besar, bisa menyertai langkah kami ke depannya. Sehingga kami bisa tumbuh normal untuk ikut bersama berbagi dengan apa yang bisa kami bagikan, denga niat jujur, apa adanya.

Hari pertama kemarin, buat saya adalah langkah awal. Tidak ada rasa kegamangan sedikitpun di benak kami. Malahan saya dan teman-teman antusias untuk memulai sebuah pekerjaan besar.

Di sana-sini tentu masih banyak celah yang harus dilihat sebagai sebuah kekurangan. Tapi itu sudah jauh-jauh hari kami sadari untuk diantisipasi. Mungkin hari ini, akan kembali kita temukan celah dan kekurangan baru, dan itu buat kami sebuah kewajaran. Belajar dari celah kekurangan adalah bagian dari rutinitas kami sehari-hari.

Dari awal kami di TerasJatim.com selalu berusaha untuk tidak muluk-muluk. Kami terus berusaha untuk belajar menunduk dan selalu berpijak pada bumi.

Kami tidak ingin tumbuh dan besar dengan cara-cara yang dipaksakan dan instan. Kami ingin menikmati proses yang sewajarnya, lahir, merangkak, mlaku timik-timik selanjutnya berusaha dan mencoba berjalan dengan tegap sambil latihan berlari-lari kecil.

Begitulah proses yang ingin dan sedang kami nikmati.

Hari ini adalah masa proses yang harus kami jalani berikutnya. Tentu kami telah banyak belajar dari hari kemarin. Banyak hal yang akan terus kami kerjakan dan kerjakan. Kami terus berbenah, kami terus belajar meng-evaluasi diri. Kami menata langkah dengan pelan dan semestinya. Kami banyak punya rencana, namun prioritas utama adalah menata diri dalam berproses, dan belajar.

Bismillah, nyuwun pandongane dulur, kami memulainya dengan mlaku timik-timik.

Salam Kaji Taufan

(kajitaufan@terasjatim.com)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim