Tiba di Pacitan, Ratusan Prajurit TNI AD Siap Jadi Motor Pembangunan Daerah

TerasJatim.com, Pacitan – Sejak dua pekan lalu, ratusan prajurit baru TNI AD tiba di Pacitan, Jatim. Mereka tak sekadar bertandang lalu pergi, namun akan tinggal menetap di kota dengan sebutan lain 1001 gua.
Kehadiran mereka tak lain guna memperkuat peran strategis dalam mendorong percepatan pembangunan dan menjaga stabilitas wilayah, melalui Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 934 Satria Buana Yudha.
“Saat ini, di Pacitan sudah ada Yonif Teritorial Pembangunan 934/SBY,” ujar Mayor Inf Dr. Dian Nur Huda, Komandan Yonif 934/SBY, di sela kegiatan bersih-bersih area Wisma Atlet, Sidoharjo, Pacitan, Jumat (27/03/2026).
Yonif TP 934/SBY tersebut tercatat ada 482 orang. Ratusan prajurit ini mulai menapakkan kaki di Pacitan pada Kamis, 12 Maret 2026. Saat ini, tentunya mereka sudah jadi bagian dari kehidupan warga Pacitan.
Menurut Dian, satuan baru yang dirancang sebagai tulang punggung TNI AD ini memiliki fungsi teritorial, yang akan bersinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga masyarakat setempat.
Peran satuan tersebut, lanjut dia, tak hanya sebatas pada militer saja, namun juga akan merambah sejumlah sektor: ekonomi, ketahanan pangan hingga sosial, yang diharapkan mampu memberi dampak pun manfaat nyata bagi masyarakat di Pacitan.
“Baru 1 batalyon. Kalau jumlah lengkap nantinya ada 1.190 yang terdiri dari 9 kompi, meliputi Kompi Senapan, markas, bantuan, pertanian, peternakan, zeni (kontruksi), hingga Kompi Medis atau kesehatan lapangan,” katanya.
“Mudah-mudahan satuan yang sudah dibentuk dan dikukuhkan ini bisa mendukung progam kerja Presiden Prabowo. Karena inisiasi ini perintah langsung dari Presiden RI kita. Targetnya di 2028/2029 di seluruh kabupaten di Indonesia akan memiliki 1 Batalyon Yonif Teritorial Pembangunan,” lanjut dia.
Untuk sementara waktu, marshalling area bagi seluruh prajurit muda itu ditempatkan di Wisma Atlet, sembari menunggu markas permanen yang hendak dibangun di Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku.
“Direncanakan nanti pertengahan tahun sudah start pembangunannya, tapi kita masih menunggu komando atas, pimpinan. Dan tahap berikutnya, di akhir tahun akan dibangun di Nawangan,” jelasnya.
Di satu sisi, ia merasa bersyukur bisa mendapat tugas di Pacitan, lantaran masyarakat di kabupaten ini dinilainya begitu ramah. “Masyarakat Pacitan ini benar-benar luar biasa. Sopan santunnya itu luar biasa. Kami lihat kesannya mereka sangat baik, ramah,” ungkap dia.
“Kami pun menyampaikan ke prajurit bahwa masyarakat di sini sangat baik, dan sangat suport dengan kedatangan kita. Makanya kami budayakan ke mereka 5 S; senyum, salam, sapa, sopan dan santun. Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa berdinas di sini,” imbuhnya. (Git/Kta/Red/TJ)


