Jelang Arus Mudik 2026, Ratusan Jalan Nasional Berlubang di Jatim Tuntas Dikerjakan

Jelang Arus Mudik 2026, Ratusan Jalan Nasional Berlubang di Jatim Tuntas Dikerjakan

TerasJatim.com, Sidoarjo – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali menyatakan seluruh jalan yang berlubang di ruas jalan nasional di Jatim selesai atau tuntas dikerjakan dan ditutup pada, selasa (10/03/2026). Hal ini dilakukan agar kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 di wilayahnya berjalan aman dan nyaman.

Kepala BBPJN Jatim, Bali Javid Hurriyanto, mengatakan saat ini masih terdapat sekitar 550 lubang di ruas jalan nasional yang sedang dikejar perbaikannya agar selesai dalam waktu dua hari. “Lubang kita masih sampai sekarang masih ada 550 lubang yang akan kami kejar dua hari ini. Jadi di hari Selasa ini target kami sudah tertutup semuanya,” kata Javid, di kantor BBPJN jalan Waru Sidoarjo, Selasa (10/03/2026).

Ia menjelaskan, secara keseluruhan panjang jalan nasional di Jatim mencapai sekitar 2.261 kilometer dengan tambahan sekitar 400 kilometer jalan tol. Sementara di Bali terdapat sekitar 580 kilometer jalan nasional dan sekitar 10 kilometer jalan tol.

Selain penutupan lubang, BBPJN juga melakukan perbaikan marka jalan serta pengerukan atau pengaspalan ulang pada ruas yang bergelombang agar seluruh jalur siap digunakan pemudik pada H-10 Lebaran. “Mudah-mudahan cuaca mendukung dan harapan kami nanti pada H-10 semua jalan baik itu jalan nasional maupun jalan tol dalam kondisi siap dipakai untuk lalu lintas para pemudik,” harapnya.

BBPJN juga menyiapkan 27 posko di Jatim dan 8 posko di Bali yang ditargetkan beroperasi penuh mulai Selasa (10/03/2026) untuk mendukung kelancaran arus mudik. “Di setiap posko tersebut akan disiagakan peralatan Disaster Relief Unit (DRU) guna mengantisipasi potensi bencana seperti longsor maupun banjir di jalur nasional,” imbuh dia.

Javid menambahkan, pihaknya juga membentuk posko gabungan di sejumlah titik rawan banjir bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, BBWS Brantas, serta BBWS Penida di Bali.

Selain itu, koordinasi mitigasi bencana dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di seluruh kabupaten/kota di Jatim dan Bali.

BBPJN Jatim–Bali juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik, terutama di ruas jalan yang masih dalam tahap penyempurnaan. Para pengguna jalan, baik di jalur nasional maupun jalan tol fungsional, diminta mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas selama perjalanan mudik,” pungkasnya. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim