Yudi Sumbogo Dicap Bukan Negarawan, Bajuri Diceramahi Netizen

Yudi Sumbogo Dicap Bukan Negarawan, Bajuri Diceramahi Netizen

TerasJatim.com, Pacitan – Mendekati hari H pencoblosan, Yudi Sumbogo, calon Bupati Pacitan nomor urut 02, cukup diperhitungkan lawan politiknya. Hal itu terbukti, dimana sejumlah orang mulai memberikan serangan secara pribadi.

Salah satunya Imam Bajuri, yang katanya seorang politisi dan praktisi hukum di Pacitan. Ia membuat statemen di salah satu media online di Pacitan, bahwa Cabup Pacitan Yudi Sumbogo hingga tanggal 22 Oktober belum melaksanakan kampanye. Bahkan, ia menilai sikap Yudi Sumbogo tak mencerminkan sosok negarawan.

Namun, statemen yang disampaikannya melalui media itu justru membuat Imam Bajuri sendiri mendapat nasihat dari sejumlah netizen hingga dibully.

Hal itu dapat dilihat pada potingan link berita dengan judul ‘Bajuri: Sikap Yudi Sumbogo Menunjukkan Bukan Negarawan’ yang diunggah oleh akun @Barata di grup media sosial facebook Obrolan dan Info Pacitan sehari lalu.

Sejumlah akun pun berkomentar pada postingan yang baru mendapat 23 like dan 93 komentar serta dibagikan 1 kali itu. Rata-rata memberi nasihat baik, meski tak sedikit juga yang membully.

Diantaranya seperti yang ditulis akun @Chalent Cahya, meski bukan komentar teratas ia menuliskan “mbok sing luwih elegan lak arep bersaing ki.. no pict hoakk😂😂😂,”

“Angger meh wyah pilihan msti muncul wajah² baru seng rung nate di knal masarakat Luas. Dudohno jago mu apik’e koyo opo, nek urenek seng milih pnggh zooonnnkkkk….
Gek bajuri kui sopo, omahe ngndi, pjbat opo, nek koyo Q wong cilik jtah blaaassss rung knal mergane….,” tulis akun @Badrun, mengomentari postingan tersebut.

“Terlalu nyolok bngt….semakin banyak Anda mencari cari Kesalahan lawan semakin banyak pula dukungan utk menguatkan lawan 😂,” tulis akun @Mbambong Antoro Murko.

Akun @Eko Thelang Gemilang, “Masyarakat harus bisa menilai lah, yg posting ini pasti dari kwalisi lawan. Tentunya jika beliau menjatuhkan lawan seperti ini. Masyarakat harus tau dan lebih jeli. Karena mengapa? Durung dadi ae wes wani menjatuhkan lawan, lha op neh wes dadi. Gelem masyarakat sing di jatuhkan. Ora muk lawan.

Itu gagasan saya🙏,” tulisnya, yang dikomentari oleh sejumlah akun dengan tulisan setuju dan betul.

“Molitik2 yo molitik ning rasah mateni baturee ora becik,” tulis akun @RM Pekek

Kemudian akun @Boby Barbara menuliskan, “Naiklah tnpa hrus mnjtuhkn orng lain..,” tulisnya.

Begitulah, lalu lintas media sosial yang tanpa tedeng aling-aling atau sekat. Pesan Mbois, jadikanlah media sosial sebagai sarana saling bertukar informasi yang positif. Mengingat, media sosial bukan ruang privat melainkan ruang publik. (Git/Kta/Red/TJ/Adv)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim