Wakil Walikota Madiun Keluar dari Partai Demokrat

Wakil Walikota Madiun Keluar dari Partai Demokrat

TerasJatim.com, Madiun – Armaya, politisi Partai Demokrat Kota Madiun yang saat ini menjadi Wakil Walikota Madiun, secara resmi mengundurkan diri sebagai kader sekaligus anggota dan struktur partai.

Surat pengunduran diri itu dilayangkan ke ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Madiun, Kamis (11/01).

Ia mengatakan, ada sejumlah hal yang menjadi pertimbangannya keluar dari dunia perpolitikan, diantaranya desakan seluruh ketua ranting Demokrat tingkat kecamatan maupun militan. Di sisi lain, sebagian dari keluarga besar Armaya juga sudah tidak bergelut di dunia politik.

Armaya menyatakan, keputusannya mengundurkan diri dari parpol tidak akan mempengaruhi kinerjanya sebagai pejabat publik, yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Walikota Madiun sisa masa jabatan 2014-2019.

“Saya konsentrasi untuk mengawal program-program Ba-Ris (Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto) jilid II, dengan sisa masa jabatan ini secara serius. Saya akan konsentrasi untuk menjalankan roda pemerintahan di Kota Madiun. Ini sudah saya pertimbangkan dengan matang-matang,” ungkapnya, Kamis (11/01).

Informasi yang dihimpun, Armaya keluar setelah Demokrat tidak mengusung dirinya dalam Pilkada Kota Madiun 2018. DPP Partai Demokrat lebih memilih Sekda Kota Madiun, Maidi sebagai calon walikota dan anak Ketua DPC PDI-P Madiun, Inda Raya sebagai calon wakil walikota.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kota Madiun, Istono mengaku belum menerima surat pengunduran diri Armaya sebagai kader partai Demokrat. Jika hal itu terjadi, Istono akan berkirim surat ke induk partai dalam hal ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat.

“Kalau mengundurkan diri ya menyampaikan surat permohonan tertulis dengan alasan yang ada. Kami sebagai induk partai yang ada di daerah tentu akan meneruskan itu, karena saya dan pak Armaya itu kan dikukuhkan dengan SK DPP. Kalau jadi mundur dari kader maupun dari strutural partai ya pasti kami akan meneruskan, apakah nanti muncul Plt atau seperti apa, itu otoritasnya DPP,” kata Istono.

Istono menyatakan, keputusan yang diambil Armaya untuk mundur dari partai Demokrat menjadi hak setiap warga negara dalam berpolitik. Namun pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil sikap, karena jabatan sekretaris yang ditinggal Armaya, merupakan posisi yang sangat vital dalam sebuah organisasi. (Bud/Kta/Red/TJ/KBRN)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim