Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wah, di Bojonegoro ada Pemotongan Dana BSM dengan Modus Infak

Wah, di Bojonegoro ada Pemotongan Dana BSM dengan Modus Infak

TerasJatim.com, Bojonegoro – Sejumlah wali siswa SDN I Sraturejo, Baureno, Bojonegoro, Jatim, mengeluhkan adanya pungutan atau pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dengan nilai beragam dari Rp20 ribu hingga Rp300 ribu, yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah setempat.

Menurut data yang diperoleh TerasJatim.com, pemotongan 23 penerima BSM itu dilakukan menyusul adanya rencana pembangunan mushola di komplek SDN tersebut. Namun sayang, pungutan itu tanpa melalui musyawarah dengan pihak komite sekolah dan wali siswa.

“Kami hanya diberi informasi terkait rencana pembangunan mushola yang anggarannya diambilkan dari BSM itu,” ujar salah satu wali siswa penerima BSM, Rabu (10/08).

Lebih lanjut wali siswa ini menyebutkan bahwa saat memberitahukan adanya pungutan dari BSM itu, pihak SDN I menyatakan telah mendapatkan izin dari Kepala Desa setempat sehingga dengan terpaksa ia dan wali lainnya menyetujuinya.

Menanggapi hal itu, Supriyadi, Kades Sraturejo dengan tegas membantahnya. Ia menyebut, memang dirinya hadir dalam acara tentang rencana pembangunan mushola tetapi tak pernah mengatakan mengizinkan pungutan BSM.

“Benar, saya hadir dan memberi sambutan yang isinya mendukung rencan tersebut karena itu sesuatu yang positif tapi tidak sepatah katapun soal memberi izin dana pembangunan dari BSM,” ungkapnya.

Di pihak lain, Haryanto, selaku Komite SDN I Sraturejo, bahkan merasa tidak pernah diundang musyawarah terkait itu. Dirinya mengaku baru mengetahuinya baru saat dikonfirmasi TerasJatim.com di kediamannya.

Sementara itu, Kamijan Kepala SDN mengakui adanya pungutan dari dana BSM yang ia sebut sebagai infak tersebut. Namun demikian, menurutnya hal itu telah disepakati bersama dalam rapat 1,5 bulan sebelum penerimaan dana bantuan untuk anak miskin ini.

“Ya, memang ada pungutan, tapi itu  telah rapat dan mendapat izin dari Pak Kades. Infak itupun sifatnya sukarela tidak ditentukan,” pungkasnya. (Saiq/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim