Tragis, Gadis Lumpuh di Bojonegoro Jadi Korban Perkosaan Sales Gelang Kesehatan

TerasJatim.com, Bojonegoro – Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin ini pepatah yang pas untuk menggambarkan penderitaan seorang gadis sebut saja Mawar (18), warga asal Desa Bumirejo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro Jatim.
Pasalnya, Mawar yang diketahui menderita kelumpuhan sejak lahir tersebut mengalami nasib memilukan. Ia harus jadi korban perkosaan oleh Parlin Halawa (24), warga asal Nias Sumatera Utara, yang berprofesi sebagai sales gelang dan kalung kesehatan.
Menurut keterangan Kades setempat, Sutik Handayani, sesuai pengakuan ayah korban, Kemad (50), ihwal peristiwa tersebut bermula saat pelaku datang ke rumah korban untuk menawarkan dagangannya berupa gelang dan kalung kesehatan.
“Awalnya dia (pelaku) datang ke rumah korban sekitar pukul 13.30 WIB menawarkan alat keaehatan semacam gelang dan kalung. Karena memang pelaku itu sales,” ujarnya menirukan pengakuan orang tua korban, Kemad (50), kepada TerasJatim.com, Senin (23/07/19) malam.
Saat itu, kata Sutik, pelaku juga menawarkan jasa untuk membantu melakukan terapi pengobatan terhadap korban yang tergolek akibat kelumpuhan yang diderita sejak lahir.
“Merasa senang ada yang mau membantu menyembuhkan anaknya, orang tua korban mengizinkan pelaku untuk melakukan terapi kesehatan yang ditawarkan tersebut,” lanjutnya.
Selanjutnya, bapak si korban ini pergi keluar rumah dengan maksud memanggil ibunya yang sedang bekerja sebagai buruh pengiris bawang merah.
Namun tak disangka, tawaran terapi itu hanya akal-akalan pelaku saja. Saat kondisi rumah sepi itulah, dengan leluasa pelaku menyetubuhi korban.
Tak berbeda dengan yang disampaikan Kades, sang bapak korban mengaku tak menyangka jika pelaku yang ia anggap penolong itu justru merenggut kegadisan putri yang dicintainya. Ironisnya si gadis lumpuh ini diduga tengah menstruasi.
“Saya yang pertama kali mengetahui perbuatan itu karena mendengar anak saya menangis menjerit-jerit minta tolong. Kawatir terjadi apa-apa, saya bergegas masuk rumah, ternyata anak saya diperkosa pelaku,” tutur pria paruh baya itu berkaca-kaca.
Mengetahui perbuatan bejat pelaku terhadap anaknya yang menderita kelumpuhan itu, sontak ia pun berteriak histeris hingga tetangga berdatangan dan menghujani pukulan terhadap pelaku.
Tidak ingin terjadi tindak anarkis lebih jauh dari warga yang emosi, akhirnya Kades Sutik Handayani menghubungi Polsek Kepohbaru untuk membantu mengamankan pelaku dari amuk warga yang geram.
“Ya, kini kasusnya ditangani Polsek. Korban sudah divisum dan pelaku mengaku telah menyetubuhi korban dengan dalih terapi. Jika disetubuhi merasa sakit maka kelumpuhan korban bisa disembuhkan,” papar Kades yang menyaksikan saat pelaku diinterogasi awal oleh petugas.
Sebagai Kades, ia berharap pelaku diproses secara hukum dan dikenai pidana sesuai apa yang telah diperbuat terhadap warganya yang mengalami penderitaan sejak lahir tersebut.
“Saya tidak terima warga saya yang sejak kecil sudah menderita diperlakukan seperti itu oleh pelaku. Orang tuanya juga tidak terima dan menuntut agar pelaku tetap diproses hukum dan dipenjarakan, agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Kini, atas perbuatan bejatnya, pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kepohbaru guna proses hukum lebih lanjut. (Saiq/Red/TJ)


