Temuan ICW, Selama 2016 Jatim Paling Banyak Terjadi Kasus Korupsi

Temuan ICW, Selama 2016 Jatim Paling Banyak Terjadi Kasus Korupsi

TerasJatim.com, Jakarta – Indonesian Corruption Watch (ICW) merilis hasil temuan mengenai kasus korupsi di Indonesia selama tahun 2016, Minggu (19/01).

ICW memaparkan kasus korupsi terbanyak selama 2016 berdasarkan 10 lokasi teratas.

Lokasi pertama, berdasarkan temuan ICW ada di Jawa Timur dengan jumlah 64 kasus dan berpotensi merugikan negara sebesar Rp 325 miliar.

Kemudian disusul Jawa Tengah, dengan jumlah 37 kasus dengan kerugian negara mencapai Rp 28 miliar. Lalu Jawa Barat dengan jumlah 30 kasus dengan kerugian negara sebesar Rp 179 miliar.

Selain itu ada juga di Sumatera Utara (28 kasus, kerugian Rp 39 miliar), Sulawesi Selatan (27 kasus, kerugian Rp 32,6 miliar), Sumatera Selatan (Rp 21 kasus, kerugian Rp 49 miliar), Sulawesi Tenggara (20 kasus, kerugian Rp 6,6 miliar), NTT (16 kasus, kerugian Rp 4,3 miliar), Aceh (16 kasus, kerugian Rp 23 miliar), dan Pusat (19 kasus, kerugian Rp 221 miliar).

Staff Investigasi ICW, Wana Alamsyah menjelaskan bahwa data yang diperoleh merupakan data sekunder, dan itu semua tidak semata berpusat di provinsi. “Ini keseluruhan, maksudnya ada juga di tingkat kabupaten atau kota,” katanya.

ICW juga menemui kasus korupsi yang masuk tahap penyidikan pada tahun 2016 berdasarkan lima lembaga teratas. Pemerintah Kabupaten menjadi lembaga tertinggi dengan 219 kasus dan merugikan negara dengan nilai sebanyak Rp 478 miliar.

Sedangkan untuk sektor korupsi dan kerugian negara ada pada keuangan daerah. Disusul pendidikan, dana desa (DD), sosial kemasyarakatan, dan transportasi.

“APBD menjadi yang paling banyak dikorupsi. Ada 62 kasus yang disidik Aparat Hukum Negara selama 2016. Sedangkan pendidikan menjadi sektor paling rawan,” pungkas Wana. (Her/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim