Tandai Datangnya Bulan Ramadhan, Pemkab Jombang Gelar Tradisi ‘Megengan’

Tandai Datangnya Bulan Ramadhan, Pemkab Jombang Gelar Tradisi ‘Megengan’

TerasJatim.com, Jombang – Setiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, tradisi ‘Megengan’ sering dijumpai di sejumlah daerah di Jatim. Meski tidak seperti di tahun-tahun sebelumnya, masih di suasana pandemi Covid-19, tradisi Megengan kali ini juga digelar oleh Pemkab Jombang.

Bertempat di pendopo setempat, Megengan kali ini tidak ada kirab apem dan digelar secara sederhana dengan undangan terbatas. Terlihat gunungan tumpeng apem setinggi kurang lebih 3 meter dengan jumlah apem sebanyak 1442 itu dipajang pada acara tersebut.

Acara diawali dengan istighosah yang dipimpin oleh KH Masduki Abdurahman Al Hafidz dan diikuti sejumlah undangan yang hadir mulai Bupati dan pejabat di lingkup Pemkab Jombang, serta para pemuka agama.

“Tradisi Megengan sudah lama ada. Kabupaten Jombang termasuk yang tetap melestarikan dan menjaga tradisi apeman atau Megengan,” jelas Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab, Selasa (13/04/21) petang.

Memasuki Ramadhan, sambung Munjidah, diharapkan semuanya bisa menahan banyak hal, termasuk menahan amarah, nafsu, dahaga, dan tentu menahan lapar.

“Tradisi dalam Megengan antar tetangga biasanya saling mengirim kue apem. Tradisi ini bermakna sebagai ungkapan permohonan maaf kepada sesama umat, dan siap memasuki bulan puasa,” sebutnya.

“Megengan berasal dari kata Megeng artinya menahan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, baik itu menahan lapar, dahaga juga menahan hawa nafsu, sedangkan Afwun artinya maaf, yang diwujudkan dalam tradisi membuat kue yang namanya apem,” sambung Mundjidah.

Pada kesempatan itu, Bupati Jombang juga menyampaikan program ‘Bahagia Bersama Tetangga’ yang akan dilaksanakan di bulan Ramadhan ini, dengan berbagi makanan disaat buka dan sahur. Untuk itu kepada masyarakat yang mampu, diharapkan untuk dapat mendukung gerakan ini. “Meningkatkan amal ibadah dengan berbagi dengan tetangganya di bulan yang penuh barokah ini,” harapnya.

Kegiatan tahunan ini sekaligus bertujuan mengenalkan pangan lokal yang disajikan dalam bentuk apem, melestarikan budaya Megengan serta menumbuhkan produk UMKM dan menggali kreatifitas warga dalam membuat aneka apem.

Dalam situasi pandemi ini Bupati tetap menghimbau kepada warganya agar tetap menjaga kesehatan, mematuhi protokol kesehatan di dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan.

“Sebagai umat muslim mari tetap kita patuhi anjuran pemerintah yang berlaku, yaitu berdasarkan SE Menteri Agama No. 03 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1442 H/ 2021 M. Yang antara lain boleh menjalankan sholat Tarawih di masjid atau mushola, namun dengan menerapkan protokol kesehatan. Demikian pula dengan pelaksanaan buka puasa agar tetap dilaksanakan di rumah bersama keluarga,” sambungnya.

“Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan kepada seluruh kaum muslimin, semoga kita diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan baik”, pungkas dia. (Abui/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim