Tahun 2021 Kasus Kecelakaan dan Bunuh Diri di Pacitan Naik, 2 Kasus BOS Belum Terselesaikan

Tahun 2021 Kasus Kecelakaan dan Bunuh Diri di Pacitan Naik, 2 Kasus BOS Belum Terselesaikan

TerasJatim.com, Pacitan – Sepanjang tahun 2021 ini, angka kasus kecelakaan lalu lintas dan bunuh diri yang terjadi di Kabupaten Pacitan Jatim, mengalami tren kenaikan, dibanding tahun 2020 lalu. Meski demikian, beberapa kasus lainnya terjadi penurunan.

Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono, dalam paparan analisa dan evaluasi (Anev) Sitkamtibmas mengatakan, di tahun 2021 ini beberapa kasus mengalami kenaikan, sedangkan kasus lainnya indeksnya menurun.

“Untuk perkara lalu lintas trennya naik. Tahun lalu 252 kasus, sekarang 264 kasus,” ujar Kapolres Pacitan, di Mapolres setempat, Jumat (31/12/2021).

Menurut Wiwit, meningkatnya kasus laka tersebut terjadi karena beberapa sebab, diantaranya kegiatan untuk tilang maupun lainnya menurun di saat pandemi, sehingga jarang melaksanakan razia.

“Memang kita lihat belakangan ini sering terjadi kecelakaan, dan ini perlu diantisipasi oleh jajaran kami (Polisi) dan Dishub (Dinas Perhubungan) untuk membuat palang-palang dan meningkatkan razia. Ya, sekadar pembinaan atau mengingatkan, tapi kalau berulang baru kita tindak,” terangnya.

Kapolres mengatakan, perkara lainnya yang mengalami tren kenaikan di tahun 2021 ini yakni kasus bunuh diri dan bencana alam. Tercatat, kasus bunuh diri dibandingkan tahun 2020 lalu mengalami kenaikan sebanyak 17 kejadian, sedangkan bencana alam naik 1 kejadian.

“Bunuh diri trennya naik, di 2020 ada 7 kasus dan di tahun ini ada 24 kasus. Faktornya ekonomi dan sakit menahun, kebanyakan gantung diri. Sedangkan bencana trennya juga naik, tercatat di 2020 ada 4 kejadian dan di 2021 ada 5 kejadian,” katanya.

Sementara itu, untuk tindak kejahatan menurut Kapolres indeks masih rendah, atau di bawah tahun lalu. Hal itu dilihat dari perkara yang terjadi di tahun 2021 yakni 50 kasus, sedangkan pada tahun 2020 lalu ada 73 perkara, atau mengalami penurunan 23 perkara.

“Angka penyelesaian juga tinggi, 67 perkara di tahun 2020, tahun ini 122 perkara. Kenapa tahun ini lebih banyak? karena kejahatan-kejahatan tunggakan di tahun-tahun sebelumnya berhasil kita selesaikan di tahun 2021 ini. Didominasi kejahatan konvensional, seperti curat, penggelapan dan pencurian,” beber Kapolres.

Sedangkan untuk kasus narkoba, lanjut Wiwit, di tahun 2021 mengalami tren penurunan. Tercatat, pada tahun 2020 lalu ada 15 kasus dan tahun ini ada 10 kasus, yang semuanya sudah diselesaikan.

“Seperti diketahui bersama, kita sudah mengungkap tempat pembuatan ganja beserta hidroponiknya yang akhirnya mematikan mereka untuk mengirim ke Kabupaten Pacitan, karena kita tangkap sumber pembuatannya di daerah Yogya,” jelasnya.

Wiwit menambahkan, dari sejumlah kasus yang terjadi di tahun 2021 ini, kepolisian setempat masih menyisakan 2 perkara yang belum diselesaikan, atau masih sedang dalam pendalaman kasus yang dalam waktu dekat akan segera diselesaikan. “Tunggakan masih ada. Sekitar 2 perkara soal uang bantuan BOS di sekolahan, itu yang belum diselesaikan,” tukasnya. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim