Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Stok Bahan Pangan di Jatim Aman Hingga Pasca Lebaran

Stok Bahan Pangan di Jatim Aman Hingga Pasca Lebaran

TerasJatim.com, Surabaya – Gubernur Jatim memastikan stok bahan pangan di Jatim selama jelang hingga pasca lebaran, dalam kondisi aman dan tersedia.

Meski demikian, Gubernur juga memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Drajat Irawan, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov lainnya, untuk aktif turun blusukan ke pasar tradisional. Hal ini dilakukan untuk memantau langsung pergerakan harga dan ketersedaiaan bahan pokok di pasaran.

Menurut Khofifah, dalam setiap kali blusukan menyapa pedagang dan pembeli, ia bersama jajaran menanyakan apakah harga sedang naik, atau kah pedagang mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan pokok atau stok justru sedang melimpah.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID, red), juga dengan Bank Indonesia (BI, red), juga stakeholder terkait. Stok bahan pangan kita di Jatim dalam kondisi aman. Sangat aman malah. Untuk lebaran sampai pasca lebaran,” ujarnya usai kegiatan presconference 99 hari kerja, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (29/05/19) malam.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan, jika pihaknya bersama jajaran OPD juga turun ke sejumlah pasar untuk melakukan pengecekan dan kontrol bahan pangan. Seperti di Pasar Keputran Surabaya, Pasar Besar Kota Madiun, Pasar Porong Sidoarjo, Pasar Wadung Asri Sidoarjo, dan Pasar Pahing di Kediri.

Dari hasil blusukan tersebut, tidak didapatkan gejolak harga bahan pokok. Bahkan pedagang mengatakan bahwa harga bahan pokok cenderung stabil.”Kalaupun ada kenaikan harga daging ayam, itu pun masih belum melampui harga eceran tertinggi,” kata Khofifah. “Yang terlihat ada gejolak hanya bawang putih, yang harganya sempat naik hingga menembus Rp 58.000 per kilogram,” imbuhnya.

Khofifah menambahkan, meski bukan termasuk bahan pokok, namun kebutuhan bawang putih cukup penting bagi masyarakat untuk bumbu penyedap masakan, sehingga saat terjadi lonjakan harga produsen yang memang darj luar negeri harus segera mendatangkan untuk masuk ke Jatim. “Bawang putih impor masuke ke Jatim tanggal 10 Mei. Alhamdulillah tanggal 12 Mei lalu sudah mulai turun. Bahkan sekarang sudah normal,” kata Khofifah.

Kedepannya, sambung Khofifah, masyarakat tak perlu ada kekhawatiran stok dan harga bawang putih mahal jelang lebaran. Justru sebaliknya, harga sudah terkendali. Termasuk dengan kondisi bahan pangan pokok Jatim yang saat ini dalam kondisi aman.

Khofifah meminta masyarakat tak perlu ada kepanikan, apalagi sampai memborong bahan makanan pokok atau bahkan sampai menimbun. Justru hal itu bakal berdampak buruk bagi pasar, bisa menyebabkan kelangkaan, dan dapat menyebabkan harga menjadi tinggi, serta bisa memicu inflasi.

“Stok bahan pangan kita aman. Maka pesan saya, jangan sampai menimbun. Belanjalah sesuai dengan kebutuhan keluarga,” pungkasnya. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim