Sabtu Malam, Tragedi Berdarah di Temon Pacitan

Sabtu Malam, Tragedi Berdarah di Temon Pacitan

TerasJatim.com, Pacitan – Sabtu malam di RT 01, RW 02, Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jatim, seharusnya menyuguhkan kehangatan bersama keluarga, namun suasana akhir pekan itu berubah jadi panggung darah.

Isya’ baru saja usai berkumandang, suasana di desa yang sepenuhnya perbukitan itu begitu hening. Sesekali, derap motor, mobil yang melintas di jalan raya terdengar sedemikian jelas, bahkan hingga kejauhan.

Hanya saja, suasana itu seketika berubah jadi hujan tangis, lantaran seorang pria berinisial WW, warga asal Desa Kayen, Pacitan, menganiaya keluarga mantan istrinya. 5 orang dilaporkan jadi sasaran senjata tajam dari genggaman pelaku.

“Korban 5 orang. 1 orang meninggal dunia di TKP, 4 orang luka berat dan sudah dibawa ke RSUD Darsono Pacitan. Diduga, WW menganiaya korban dengan sabit,” kata Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, saat di lokasi kejadian.

Pelaku, diketahui adalah mantan suami korban, dan saat ini masih melarikan diri. Selanjutnya, pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan atas kejadian tragis tersebut.

“Dugaan awal karena masalah keluarga. Saya berharap pelaku segera menyerahkan diri. Dan saya berpesan kepada masyarakat, untuk tidak main hakim sendiri ketika menangkap,” imbuh Kapolres.

WW, diduga masih menyimpan seonggok bara di dadanya, atas benang pernikahannya yang telah digariskan putus. Entah, apa yang telah merasuki pelaku, hingga ia begitu bengis menghujamkan senjata tajam kepada korban: mantan mertua, mantan istri, hingga keponakan.

“Intinya, yang jaler (lelaki) itu dicerai tidak terima. Padahal cerai itu sudah berlaku. Sampai sekarang sudah bersih,” terang Kabul, Ketua RT setempat, Sabtu (20/09/2025) malam.

“Ia diduga merasa sakit hati, karena korban MW yang sudah bercerai dengan pelaku, dan hendak menikah lagi, membuat pelaku tidak terima,” sahut warga lainnya.

Kelima korban itu di antaranya TM, perempuan 50 tahun yang meregang nyawa di tempat kejadian peristiwa (TKP). Ia tergeletak di pelataran rumah, dengan kondisi tengkurap dan bersimbah darah.

Kemudian korban luka yakni, MK (60) yang mengalami luka di bagian kepala belakang dan punggung, MW (mantan istri) alami luka pada pergelangan tangan kiri, EK (27) dengan luka di bagian belakang telinga, dan AG (10) mengalami luka bacok di kepala.

Di sekitar TKP, warga setempat tampak berjaga-jaga. Mereka berkumpul di sejumlah titik dengan menenteng kayu/tongkat. Usai melakukan aksi, pelaku hanya mengandalkan langkah kakinya. Ia meninggalkan motor jenis Honda Astrea Grand, yang dibiarkan tersandar di tebing sisi jalan setapak ke TKP.

Untuk catatan, insiden tersebut tidak untuk ditiru, namun sebagai pembelajaran bagi semua, agar peristiwa serupa tidak terulang di masa datang. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim