Rancangan APBD 2026, Sejumlah Fraksi DPRD Kabupaten Blitar Soroti Sektor Pendidikan

TerasJatim.com, Blitar – Terkait Rancangan APBD 2026, sejumlah fraksi DPRD Kabupaten Blitar soroti sektor pendidikan. Penjelasan Rancangan APBD tahun anggaran 2026 telah dibacakan oleh Bupati Blitar dalam rapat paripurna beberapa hari lalu. Selanjutnya, semua fraksi DPRD Kabupaten Blitar langsung memberikan masukan dan saran melalui pandangan umum fraksi.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Blitar, Ratna Dewi Nirwana Sari mengatakan, peningkatan kualitas perencanaan agar penyerapan APBD tahun 2026 lebih optimal dibandingkan tahun sebelumnya sangat penting. Menurutnya, masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan program di tahun 2025 ini yang perlu menjadi evaluasi bersama. Diharapkan tahun 2026 bisa menjadi momentum perbaikan.
“Pada beberapa pandangan umum fraksi, satu perhatian utama tertuju pada sektor pendidikan. Seperti kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah lembaga pendidikan. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap jalannya kegiatan belajar-mengajar dan pengambilan kebijakan di sekolah,” ungkapnya.
Ketua Fraksi Gerakan Persatuan Demokrat (GPN), Sugianto mengatakan, Dinas Pendidikan menerima porsi belanja terbesar, yaitu sekitar Rp 893,44 miliar. Terdiri dari belanja operasi Rp 875,91 miliar dan belanja modal Rp17,52 miliar. Porsi ini mendominasi hampir 38 persen dari total belanja wajib pelayanan dasar, dan ini menunjukkan fokus pada peningkatan mutu dan akses pendidikan.
“Jadi kami menyarankan, meskipun signifikan, efektivitas belanja modal perlu diawasi agar tidak hanya berorientasi pada fisik (rehabilitasi bangunan), tetapi juga peningkatan kompetensi guru dan digitalisasi sekolah,” ungkapnya.
Masih soal pendidikan, Ketua Fraksi Partai Golongan Karya, Suswati, juga mengingatkan soal kekosongan kepala sekolah baik tingkat SD maupun SMP. Menurutnya yang juga perlu diperhatikan adalah penempatan Kepala Sekolah/Guru.
“Soal penempatan diharapkan dapat disesuaikan dengan domisili Kepala Sekolah. Sehingga tidak mengganggu kegiatan-kegiatan sekolah, khususnya kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya. (Dan/Red/TJ)


