Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ramaikan Hari Jadi Surabaya, 14 Pelukis Pamerkan Karyanya di House of Sampoerna

Ramaikan Hari Jadi Surabaya, 14 Pelukis Pamerkan Karyanya di House of Sampoerna

TerasJatim.com, Surabaya – Sebanyak 14 pelukis memamerkan karyanya di Galeri Paviliun House of Sampoerna Surabaya, mulai 3 Mei hingga 15 Juni 2019.

Manager House of Sampoerna, Rani Anggraini, mengatakan, pameran yang mengusung tema Banyumili ini diselenggarakan untuk meramaikan hari jadi Kota Surabaya ke-726, serta memperkenalkan media cat air kepada para penggemar lukisan.

“Tantangan menggunakan cat air bagi peserta pameran, menggambarkan semangat para seniman dalam menghasilkan karya indah dari media yang tidak biasa mereka gunakan, sebagai kado ulang tahun kota Surabaya tercinta. Semoga semangat ini dapat menginspirasi generasi muda untuk keluar dari zona nyaman, mengasah kreatifitas untuk berkarya.” lanjut Rani, Jumat (03/04/19).

Tema (Banyumili) yang diambil dari bahasa Jawa berarti air mengalir ini, dimaksudkan agar para seniman dapat dengan leluasa, bebas dan lepas berekspresi seperti layaknya air. Mengungkapkan keterikatan batin terhadap Surabaya yang menginspirasi untuk menampilkan lansekap serta kearifan budaya Kota Pahlawan dalam sudut pandang masing-masing.

Penggunaan cat air sebagai media utama juga menjadi hal unik dalam pameran ini. Sebagian besar peserta pameran biasa berkarya menggunakan media lain seperti cat minyak maupun cat akrilik.

Meski begitu, untuk mempopulerkan media cat air ke masyarakat, mereka bersepakat dan merasa tertantang untuk menggunakan media bersifat transparan ini pada 42 karya yang dipamerkan.

Seperti lukisan berjudul “Sanggar Agung” okarya Agus Koecink ini yang bercerita tentang tradisi nyekar di laut sebagai budaya masyarakat peranakan menjelang Qing Ming, sebuah ritual tahunan masyarakat Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah ke makam kerabat.

Lain lagi dengan Budi Bi. Karya lukisannya menceritakan tentang keunikan pasar tertua di Surabaya menjadi ide utama karyanya yang berjudul “Pedagang Ikan Pasar Pabean.” Kisah tentang budaya dan nilai historis Surabaya sebagai Kota Pahlawan juga digoreskan melalui warna warni cat air oleh seniman yang akrab disapa Jo Pram lewat karya berjudul “Sejarah Jembatan Merah.”

Selain itu, ada pula lukisan bertajuk “City of Tomorrow” karya Yoes Wibowo, yang menggambarkan Surabaya sebagai kota yang hijau, smart city, bersih, lancar, indah, tentram, dan sejahtera lewat penggambaran dari udara ala drone.

“Semoga kegiatan pameran bersama ini sukses dan lancar seperti air mengalir dan menebarkan energi positif kepada seniman lain untuk muncul dengan gaya dan pemahaman masing-masing, serta turut mempopulerkan lukisan dengan media cat air. Sehingga banyak apresian yang kenal lalu sayang dengan media satu ini.” ungkap Budi Bi, ketua pameran Banyumili. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim