Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Polda Jatim Usut Kasus Dugaan Penganiayaan Sesama Caleg DPR

Polda Jatim Usut Kasus Dugaan Penganiayaan Sesama Caleg DPR

TerasJatim.com, Surabaya – Kasus dugaan penganiayaan terhadap Rudy Wibowo, caleg DPR-RI Dapil 1 Surabaya -Sidoarjo dari Partai Perindo, oleh Peter Susilo, yang juga rekan sesama caleg dari partai yang sama, kini ditangani penyidik dari Subdit Kamneg, Ditreskrimum, Polda Jatim.

Hal ini terlihat saat Rudy didampingi oleh kuasa hukumnya, Vena Naftalia, mendatangi Mapolda Jatim untuk diperiksa sebagai saksi pelapor. Sekitar 5 jam Rudi menjalani pemeriksaan di ruang Subdit Kamneg Dirreskrimum Polda Jatim, Sabtu (04/05/19).

Pemeriksaan ini merupakan laporan pelimpahan Rudi dari Polrestabes Surabaya ke Polda Jatim, setelah Peter Susilo juga melaporkan Rudi ke Polda Jatim. “Ini pemeriksaan pertama atas laporan limpahan dari Polrestabes,” kata Vena, kuasa hukum Rudi.

Vena menceritakan, dalam pemeriksaan itu, kliennya menceritakan secara detail kronologi kejadian tersebut. “Klien saya disuruh menceritakan kronologis kejadiannya, hingga kenapa pak Rudi datang ke rumah pak Peter,” ujarnya.

“Di WhatsApp sebagai bukti pembicaraan klien saya dengan Peter juga sudah diserahkan ke penyidik,” jelasnya. “Saya ingin agar kasus ini cepat ditangani. Karena Peter belum diperiksa hingga saat ini,” imbuh Vena.

Sebelumnya, saat konferensi pers di salah satu rumah makan di Surabaya Selatan, pada Senin (29/04/19) siang, Rudy melaporkan rekannya sesama caleg Perindo, Peter Susilo, atas perkara penganiayaan ke Mapolrestabes Surabaya.

Insiden tersebut terjadi di rumah Peter di Perumahan Dian Istana, Wiyung Surabaya, pada Jumat (19/04/19) malam lalu. Rudi mengaku dirinya dituduh mencuri suara milik Peter di salah satu TPS. “Saya dituduh telah mencuri suara milik dia,” lanjut Rudi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Manger menjelaskan, saat ini kasus dugaan penganiayaan sesama caleg Partai Perindo tersebut masih dalam penyelidikan. “Kasus ini tetap berjalan, karena ada laporannya,” kata Barung. (Ah/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim