Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Polda Jatim Akan Selidiki Broker Ayam yang Rugikan Peternak

Polda Jatim Akan Selidiki Broker Ayam yang Rugikan Peternak

TerasJatim.com, Surabaya – Peternak ayam di sejumlah daerah di Jatim, khususnya di wilayah Blitar yang merupakan sentra ternak ayam, mengeluhkan soal harga yang jatuh. Di tingkat petani harga ayam potong hanya berkisar Rp 8-10 ribu per kilogram. Namun di pasar atau saat dijual ke konsumen, harga masih tetap normal di kisaran Rp 35-36 ribu per kilogram.

Atas kondisi tersebut, Polda Jatim kini tengah menyiapkan tim khusus yang akan menyelidiki disparitas harga ayam potong dari tingkat produsen atau peternak hingga ke pasar tersebut.

“Kami sudah koordinasikan dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus untuk dibuatkan tim khusus menyelidiki kasus harga ayam ini,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (28/06/19) kemarin.

Ia menegaskan, broker nakal yang merugikan peternak pasti akan diburu. “Kasus ini sudah ada atensi dari Menteri Pertanian. Jadi kami dari kepolisian dalam hal ini Polda Jatim akan menindaklanjuti dengan menyelidiki persoalan disparitas harga ayam potong ini. Broker nakal pasti akan diburu,” tegasnya.

Menurutnya, disparitas atau kesenjangan harga ayam potong dari peternak hingga konsumen saat ini di wilayah Jatim mencapai Rp 20-25 ribu. Barung pun berjanji segera menyampaikan perkembangan terkait penyelidikan kasus tersebut. “Segera dalam waktu dekat akan kami sampaikan perkembangannya,” ujarnya.

Terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat di Pasuruan mengatakan, ada peran broker di balik anjloknya harga ayam potong di sejumlah daerah di Jawa.

Menurutnya, ada disparitas yang sangat tinggi antara harga ayam potong di kalangan peternak dan di pasaran. Harga ayam di kalangan peternak berkisar Rp. 6 hingga Rp. 10 ribu perkilogram. Padahal, di tingkat konsumen harga ayam potong masih tinggi, yakni berkisar Rp 30 hingga Rp 40 ribu.

Dengan begitu, kata dia, ada mata rantai distribusi yang sangat panjang yang menyebabkan disparitas harga ayam potong.

Kementan juga menerjunkan tim pemantau untuk mengecek di kalangan peternak. Tim itu diterjunkan di sentra penghasil ayam potong di Jatim, Jateng Jabar hingga Lampung. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim