Pilkades Serentak di Bojonegoro, Kades Lebaksari Baureno Maju Lagi, Ini Sosoknya

Pilkades Serentak di Bojonegoro, Kades Lebaksari Baureno Maju Lagi, Ini Sosoknya

TerasJatim.com, Bojonegoro – Sebanyak 33 desa di Kabupaten Bojonegoro Jatim yang akan menggelar Pilkades Serentak 2022, telah memasuki tahapan pendaftaran bakal calon kepala desa (Balon Kades) gelombang pertama dengan rentang waktu pendaftaran selama 14 hari.

Salah satu desa yang bakal menghelat pesta demokrasi kelas akar rumput ini, adalah Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, yang wilayah desanya berada di kawasan bantaran sungai Bengawan Solo.

Menurut Ketua Panitia Pilkades Lebaksari, Nehru, pada tahapan pendaftaran ini pihaknya sudah menerima 2 pendaftar, yaitu M Tholhah, kemudian disusul Kades incumbent Lebaksari, Zainal Abidin atau yang akrab disapa Suhel, pada Rabu (10/08/2022).

“Berarti sudah ada 2 Balon Kades yang mendaftarkan diri. Beberapa hari lalu Pak Mad Tholhah dan hari ini Pak Zainal Abidin (Kades incumbent, Red) juga telah resmi mendaftarkan diri,” ungkap Nehru.

Ada pemandangan menarik saat Kades incumbent ini berangkat mendaftar. Pasalnya, dengan berjalan kaki di bawah naungan bendera merah putih, Suhel diiringi ratusan pendukungnya sambil melantunkan sholawat menuju balai desa yang berjarak 3 kilometer lebih dari kediamannya.

“Pak Inggi jalan kaki, kami juga mengiringi dengan jalan kaki dan sebagian ibu-ibu naik mobil pikap dan odong-odong. Kita iringi dengan bacaan sholawat supaya berkah dan menjadi kades periode kedua,” ujar salah seorang pria, yang merupakan simpatisan incumbent asal Dusun Parengan, Lebaksari.

Semeentara itu, Kades incumbent Zainal Abidin alias Suhel, seusai mendaftarkan diri secara resmi sebagai Balon Kades mengaku, jika dirinya berniat mencalonkan diri pada perode kedua ini lantaran dorongan masyarakat yang mempercayainya untuk menuntaskan program demi kebaikan Desa Lebaksari.

“Bismillah, masyarakat masih menaruh harap dan mendorong saya maju nyalon periode kedua. Ini amanat dan saya tidak ingin mengecewakan masyarakat apalagi lari dari tanggung jawab,” ujar pria yang juga alumni Pesantren Langitan Widang Tuban ini

Bagi Suhel, dalam memimpin desa, dirinya mengaku jauh dari kata sempurna dan masih banyak kekurangan. Tetapi ia memastikan akan terus belajar memperbaiki dan mengevaluasi diri agar bisa menjadi pelayan masyarakat yang baik dan bijak.

“Ya, tentu saya belum sempurna dan tidak mungkin sempurna karena semua tahu bahwa kesempurnaan itu milik Tuhan. Saya masih belajar dan harus terus belajar memperbaiki diri dan kinerja pemerintahan desa ke arah yang lebih bagus,” lanjutnya datar.

Tolok ukur suksesnya kades, kata dia, adalah bagaimana membuat masyarakat desa bisa nyaman dan tenteram. Kemudian warga merasa terpenuhi hak-haknya, semisal pelayanan surat menyurat secara adil, terukur dan bijak.

“Mustahil saya bisa memuaskan seluruh warga desa. Untuk itu saya tetap berharap kritik dan masukan positif dari semua elemen masyarakat supaya bisa saling memberi manfaat untuk Desa Lebaksari. Satu yang pasti, saya tidak akan lari dari tugas dan tanggung jawab sebagai kades,” urainya.

Suhel pun tak ingin muluk-muluk dan mengumbar janji-janji manis yang tidak realistis kepada masyarakat desanya. Ia berkomitmen seperti sebelumnya, yakni mengabdikan diri sebagai kades sesuai tugas pokok dan fungsinya. Ia tidak obral janji, tetapi bukti nyata. (Hur/Iq/Red/TJ-Adv)-

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim